Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Benarkah Kondisi Pandemi Covid-19 di Jakarta Semakin Terkendali?

Kompas.com - 04/09/2021, 17:14 WIB
Maya Citra Rosa

Penulis

KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan kondisi pandemi Covid-19 di Jakarta saat ini semakin terkendali.

Menurutnya, kondisi pandemi yang terkendali dapat dilihat dari tingkat kasus positif atau positivity rate di Jakarta konsisten di angka 5.

"Alhamdulillah hari-hari ini menunjukkan bahwa kondisi Covid-19 pandemi di Jakarta sudah makin terkendali," kata Anies dalam siaran virtual di sentra vaksinasi BPP HIPMI, Muara Baru, Jumat (3/9/2021).

Bahkan, Anies juga mengatakan beberapa kali positivity rate di Jakarta berada dibawah 5. Hal ini berarti sudah di bawah standar aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pandemi yang terkendali juga terlihat dari angka kasus aktif Covid-19 yang kini berada di bawah 7.000.

"Padahal, bulan Juli kemarin kita 113.000 kasus aktif. Tanggal 16 Juli itu puncaknya dan dalam satu bulan itu turun menjadi di bawah 10.000," ujar dia.

Baca juga: Anies: Kondisi Pandemi Covid-19 di Jakarta Semakin Terkendali

Menurut Anies, keberhasilan pengendalian pandemi Covid-19 di Jakarta karena keterlibatan semua pihak, mulai dari pengendalian mobilitas penduduk hingga upaya percepatan vaksinasi.

"Ini kerja keras semua pihak. Ada yang bekerja di dalam menangani pengendalian penduduk, ada yang bekerja mengendalikan aspek vaksinasi, tapi kerja kolosal," ujar dia.

Untuk itu, mantan Menteri Pendidikan Kabinet Kerja Jilid I ini berterima kasih kepada semua pihak yang ikut dalam penanganan Covid-19 di Jakarta.

Meski demikian, Anies meminta masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin, mengingat vaksinasi tidak dengan cepat membuat orang kebal terhadap paparan virus corona.

"Pesannya sederhana, vaksinasi tidak menghindarkan dari penularan, tapi vaksinasi insya Allah menghindarkan dari keparahan," kata dia.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Landai tapi Epidemiolog Sebut Masa Krisis Belum Usai

Data teranyar, angka kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta pada tanggal 2 September 2021 mencapai 851.686.

Dari angka tersebut, 832.130 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh, 6.244 masih dalam perawatan, dan 13.312 meninggal dunia.

(Sumber: Kompas.com Penulis Singgih Wiryono | Editor Sandro Gatra)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Cara Memindahkan Foto dan Video dari iPhone ke MacBook atau Laptop Windows

Cara Memindahkan Foto dan Video dari iPhone ke MacBook atau Laptop Windows

Tren
Video Viral Pusaran Arus Laut di Perairan Alor NTT, Apakah Berbahaya?

Video Viral Pusaran Arus Laut di Perairan Alor NTT, Apakah Berbahaya?

Tren
Sosok Rahmady Effendi Hutahaean, Eks Kepala Kantor Bea Cukai Purwakarta yang Dilaporkan ke KPK

Sosok Rahmady Effendi Hutahaean, Eks Kepala Kantor Bea Cukai Purwakarta yang Dilaporkan ke KPK

Tren
Harta Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Disebut Janggal, Benarkah Hanya Rp 6,3 Miliar?

Harta Eks Kepala Bea Cukai Purwakarta Disebut Janggal, Benarkah Hanya Rp 6,3 Miliar?

Tren
5 Potensi Efek Samping Minum Susu Campur Madu yang Jarang Diketahui

5 Potensi Efek Samping Minum Susu Campur Madu yang Jarang Diketahui

Tren
5 Penyebab Anjing Peliharaan Mengabaikan Panggilan Pemiliknya

5 Penyebab Anjing Peliharaan Mengabaikan Panggilan Pemiliknya

Tren
8 Fakta Penggerebekan Laboratorium Narkoba di Bali, Kantongi Rp 4 Miliar

8 Fakta Penggerebekan Laboratorium Narkoba di Bali, Kantongi Rp 4 Miliar

Tren
UPDATE Banjir Sumbar: 50 Orang Meninggal, 27 Warga Dilaporkan Hilang

UPDATE Banjir Sumbar: 50 Orang Meninggal, 27 Warga Dilaporkan Hilang

Tren
Rusia Temukan Cadangan Minyak 511 Miliar Barel di Antarktika, Ancam Masa Depan Benua Beku?

Rusia Temukan Cadangan Minyak 511 Miliar Barel di Antarktika, Ancam Masa Depan Benua Beku?

Tren
Duduk Perkara Kepala Bea Cukai Purwakarta Dibebastugaskan, Buntut Harta Kekayaan Tak Wajar

Duduk Perkara Kepala Bea Cukai Purwakarta Dibebastugaskan, Buntut Harta Kekayaan Tak Wajar

Tren
Ini yang Terjadi pada Tubuh Ketika Anda Latihan Beban Setiap Hari

Ini yang Terjadi pada Tubuh Ketika Anda Latihan Beban Setiap Hari

Tren
Pendaftaran Sekolah Kedinasan Dibuka Besok, Berikut Link, Jadwal, Formasi, dan Cara Daftar

Pendaftaran Sekolah Kedinasan Dibuka Besok, Berikut Link, Jadwal, Formasi, dan Cara Daftar

Tren
Ramai soal Ribuan Pendaki Gagal 'Muncak' di Gunung Slamet, PVMBG: Ada Peningkatan Gempa Embusan

Ramai soal Ribuan Pendaki Gagal "Muncak" di Gunung Slamet, PVMBG: Ada Peningkatan Gempa Embusan

Tren
Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Berhenti Minum Teh Selama Sebulan?

Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Berhenti Minum Teh Selama Sebulan?

Tren
Bisakah Hapus Data Pribadi di Google agar Jejak Digital Tak Diketahui?

Bisakah Hapus Data Pribadi di Google agar Jejak Digital Tak Diketahui?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com