Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dubes Rusia untuk Indonesia Tegaskan Tak Ada Pembatalan Kontrak Sukhoi Su-35

Kompas.com - 19/02/2022, 11:31 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobyova menegaskan tidak ada pembatalan kontrak secara resmi terkait rencana pembelian Sukhoi Su-35 buatan Rusia oleh Indonesia.

"Tidak ada pembatalan kontrak secara resmi," kata Lyudmila dalam wawancara khusus dengan Antara di Jakarta, Jumat (18/2/2022).

Vorobyova mengatakan, Rusia tidak mendapat informasi resmi dari Pemerintah Indonesia bahwa kontrak pembelian pesawat Sukhoi Su-35 yang ditandatangani pada 2018 telah dibatalkan.

Baca juga: SU-35 Varian Sukhoi Pesaing F-35 Joint Strike Fighter

Oleh karena itu, dia menyampaikan harapannya agar kontrak tersebut akan dilanjutkan.

"Tentu saja, saya masih berharap kontrak tersebut akan berlanjut," kata Vorobyova, sebagaimana dilansir Antara.

Ia mengatakan bahwa Indonesia berhak menentukan pilihan dalam rencana pembelian alat pertahanan, termasuk dalam rencana pembelian Sukhoi Su-35 buatan Rusia.

Baca juga: Teka-teki Alasan Indonesia Pilih Jet Tempur Rafale dan F-15EX Ketimbang Su-35

Hal itu ia sampaikan menanggapi kabar pembatalan rencana pembelian Sukhoi Su-35 atas dugaan yang terkait dengan kemungkinan ancaman sanksi dari Amerika Serikat (AS).

Oleh karena itu, ia sangat berharap rencana pembelian tersebut dilanjutkan dan kerja sama tersebut semakin menguatkan hubungan Indonesia dengan Rusia.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo mengatakan, rencana pembelian pesawat tempur mengerucut ke Dassault Rafale asal Perancis dan F-15 EX dari AS.

Baca juga: Faktor CAATSA Amerika Serikat Dinilai Pengamat yang Bikin Indonesia Berat Hati Batal Beli Su-35

Dengan rencana tersebut, Fadjar mengatakan, pemerintah meninggalkan rencana pembelian jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia.

"Mengenai Sukhoi 35 dengan berat hati, ya, kita harus sudah meninggalkan perencanaan itu," ujar Fadjar di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu 22 Desember 2021.

Menurut dia, salah satu pertimbangan yang membuat pemerintah memilih untuk membeli Rafale dan F-15 EX adalah anggaran.

Sumber: Antara | Kompas.com (Penulis : Achmad Nasrudin Yahya Editor : Dani Prabowo)

Baca juga: Indonesia Pilih Rafale dan F-15 EX, KSAU: Dengan Berat Hati, Kita Tinggalkan Rencana Pembelian Su-35

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Blokir Stasiun Kereta Api di Bologna Italia

Pengunjuk Rasa Pro-Palestina Blokir Stasiun Kereta Api di Bologna Italia

Global
Jelang Pemilu, Calon Wali Kota di Meksiko Tewas Ditembak Saat Kampanye

Jelang Pemilu, Calon Wali Kota di Meksiko Tewas Ditembak Saat Kampanye

Global
Taliban Berupaya Segera Miliki Jalur Kereta Api

Taliban Berupaya Segera Miliki Jalur Kereta Api

Global
Ini Penjara Terkecil di Dunia yang Terdiri 2 Sel Tanpa Jendela

Ini Penjara Terkecil di Dunia yang Terdiri 2 Sel Tanpa Jendela

Global
Carlo Acutis, Remaja Italia yang Dijuluki 'Influencer Tuhan' Akan Jadi Santo Milenial Pertama

Carlo Acutis, Remaja Italia yang Dijuluki 'Influencer Tuhan' Akan Jadi Santo Milenial Pertama

Internasional
Setelah Tanah Longsor Papua Nugini, PBB Ingatkan Adanya Risiko Penyakit

Setelah Tanah Longsor Papua Nugini, PBB Ingatkan Adanya Risiko Penyakit

Global
Gunung Meletus di Islandia Muntahkan Lava Setinggi 50 Meter

Gunung Meletus di Islandia Muntahkan Lava Setinggi 50 Meter

Global
Israel Rebut Seluruh Perbatasan Gaza dengan Mesir, Persempit Gerakan Hamas

Israel Rebut Seluruh Perbatasan Gaza dengan Mesir, Persempit Gerakan Hamas

Global
Rangkuman Hari Ke-826 Serangan Rusia ke Ukraina: Polemik Larangan Senjata | Belarus Tangguhkan CFE

Rangkuman Hari Ke-826 Serangan Rusia ke Ukraina: Polemik Larangan Senjata | Belarus Tangguhkan CFE

Global
Soal Larangan Ukraina Pakai Senjata Barat untuk Serang Wilayah Rusia, Ini Kata AS

Soal Larangan Ukraina Pakai Senjata Barat untuk Serang Wilayah Rusia, Ini Kata AS

Global
Putusan Mahkamah Internasional Tak Mampu Hentikan Operasi Militer Israel di Rafah

Putusan Mahkamah Internasional Tak Mampu Hentikan Operasi Militer Israel di Rafah

Internasional
Israel Sebut Perang Lawan Hamas di Gaza Bisa sampai Akhir 2024

Israel Sebut Perang Lawan Hamas di Gaza Bisa sampai Akhir 2024

Global
[POPULER GLOBAL] Politisi AS Tulisi Rudal Israel | Taiwan Minta Dukungan Indonesia

[POPULER GLOBAL] Politisi AS Tulisi Rudal Israel | Taiwan Minta Dukungan Indonesia

Global
Swedia Janjikan Bantuan Militer Rp 20,26 Triliun ke Ukraina

Swedia Janjikan Bantuan Militer Rp 20,26 Triliun ke Ukraina

Global
Tank-tank Israel Terus Menuju Jantung Kota Rafah, Perang Bisa Berlanjut Sepanjang Tahun

Tank-tank Israel Terus Menuju Jantung Kota Rafah, Perang Bisa Berlanjut Sepanjang Tahun

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com