Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Rebut Seluruh Perbatasan Gaza dengan Mesir, Persempit Gerakan Hamas

Kompas.com - 30/05/2024, 10:47 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber Reuters

GAZA, KOMPAS.com - Kini, Israel memiliki otoritas penuh di seluruh perbatasan darat wilayah Palestina, usai pasukan Israel menguasai zona penyangga di sepanjang perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir.

Demikian dikatakan militer Israel pada Rabu (29/5/2024). Sebelumnya, Israel telah menyerang Kota Rafah yang menjadi tempat pengungsian terpadat di jalur Gaza.

Serangan di Rafah tentu tidak dihiraukan oleh Israel meski ada perintah dari Mahkamah Internasional untuk mengakhiri serangan terhadap Rafah.

Baca juga: Israel Serang Rafah, Perundingan Gencatan Senjata di Gaza Bisa Terhambat

Sebagaimana diberitakan Reuters pada Kamis (30/5/2024), dalam penjelasan yang disiarkan televisi, kepala juru bicara militer Daniel Hagari mengatakan pasukan Israel telah memperoleh kendali "operasional" atas "Koridor Philadelphia".

Dengan menggunakan nama kode militer Israel untuk koridor sepanjang 14 km di sepanjang satu-satunya perbatasan Jalur Gaza di Mesir.

"Koridor Philadelphi berfungsi sebagai jalur oksigen bagi Hamas, yang biasa digunakan untuk menyelundupkan senjata ke wilayah Jalur Gaza," kata Hagari.

Diketahui, Hamas adalah kelompok bersenjata Palestina yang menguasai wilayah yang diblokade.

Namun, Hagari tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan kendali operasional.

Perbatasan dengan Mesir di sepanjang tepi selatan merupakan satu-satunya perbatasan darat Jalur Gaza yang tidak dikontrol langsung oleh Israel.

Baca juga: PM Israel: Serangan di Kamp Rafah Tak Dimaksud Timbulkan Korban Sipil

Sebelumnya pada hari Rabu, Israel mengirim tank untuk menyerang Rafah. Mereka telah pindah ke jantung kota Rafah untuk pertama kalinya pada hari Selasa meskipun ada perintah dari pengadilan tinggi PBB untuk segera menghentikan serangan terhadap Rafah.

Pengadilan Dunia mengatakan Israel belum menjelaskan bagaimana mereka akan menjaga keamanan pengungsi dari Rafah dan menyediakan makanan, air, dan obat-obatan.

Keputusannya juga meminta Hamas untuk segera dan tanpa syarat melepaskan sandera yang diambil dari Israel pada 7 Oktober 2023.

Penduduk Rafah mengatakan tank-tank Israel telah bergerak ke Tel Al-Sultan di barat dan Yibna serta dekat Shaboura di tengah sebelum mundur menuju zona penyangga di perbatasan dengan Mesir, dibandingkan tetap bertahan seperti yang mereka lakukan dalam serangan lainnya.

"Kami menerima panggilan darurat dari warga di Tel Al-Sultan di mana drone menargetkan warga yang mengungsi saat mereka pindah dari daerah tempat mereka tinggal menuju daerah aman," kata wakil direktur ambulans dan layanan darurat di Rafah, Haitham al Hams.

Sementara itu, menurut Penasihat Keamanan Nasional Israel Tzachi Hanegbi, pertempuran di Gaza setidaknya akan berlanjut sepanjang tahun 2024.

Hal itu mengisyaratkan Israel belum siap untuk mengakhiri perang seperti yang diminta Hamas sebagai bagian dari kesepakatan untuk menukar sanderanya dengan tahanan Palestina.

Baca juga: 13 Negara Ini Desak Israel agar Menahan Diri dari Invasinya ke Rafah

"Pertempuran di Rafah bukanlah perang yang sia-sia," terang Hanegbi, seraya menegaskan kembali bahwa Israel bertujuan untuk mengakhiri kekuasaan Hamas di Gaza dan menghentikan serangan Hamas dan sekutunya terhadap Israel.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com