Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Taliban Berupaya Segera Miliki Jalur Kereta Api

Kompas.com - 30/05/2024, 15:14 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

KABUL, KOMPAS.com - Pemerintah Taliban di Afghanistan punya mimpi besar yakni memiliki jalur kereta api. Pasalnya, negara tersebut belum punya jalur kereta.

Hal itu dapat dilihat dengan kegiatan setiap hari yakni 3.500 ton tepung dan 1.500 ton gandum diangkut dengan truk.

Dikutip dari AFP pada Kamis (30/5/2024), di tepi perbatasan Afghanistan dengan Uzbekistan jadi tempat berhentinya jalur kereta api.

Baca juga: Ini Cerita Hakim Perempuan Afghanistan yang Bersembunyi Takut Pembalasan Taliban

Kereta yang membawa berton-ton bahan tadi berhenti kemudian oleh pemuda dipindahkan dari kereta barang ke truk.

Kedua barang itu diturunkan dengan tangan di kota perbatasan Hairatan di Afghanistan utara ke truk-truk yang melewati gunung dan jalan-jalan yang rusak akibat perang untuk mengangkut barang ke seluruh negeri.

Renovasi sedang dilakukan untuk menghubungkan jalur kumuh tersebut dengan Mazar-i-Sharif, kota terbesar di utara, dan menurut otoritas Taliban, jalur tersebut akan mulai beroperasi mulai bulan Juni.

Hanya sepanjang 75 kilometer jalur ini merupakan bagian penting dari ambisi pemerintah Taliban untuk menghidupkan kembali beberapa proyek kereta api yang tidak aktif.

Kereta Api Trans-Afghanistan yang telah lama diimpikan bertujuan untuk menghubungkan Uzbekistan, Afghanistan dan Pakistan dengan jalur sepanjang 700 kilometer, didukung oleh tiga negara yang telah membentuk kelompok kerja.

Baca juga: Taliban Larang Perempuan Kerja di TV jika Tak Tutupi Wajahnya

"Orang-orang telah membicarakan Kereta Api Trans-Afghanistan selama lebih dari 100 tahun," kata Andrew Grantham, editor berita Railway Gazette International yang berbasis di Inggris, sebuah outlet media yang didedikasikan untuk meliput perkembangan di sektor kereta api.

Selain bahan makanan dan kayu gelondongan dari Rusia, bahan bakar dan bahan lainnya tiba di Hairatan dari republik-republik Asia Tengah dan China.

Pemerintah Taliban bercita-cita agar barang-barang tersebut melintasi Afghanistan dengan kereta api di bawah pemerintahan mereka.

"Trans-Afghanistan akan menjadi koridor ekonomi antara Asia Tengah dan Asia Selatan," terang Mohammad Shafiq Mahmood, kepala otoritas perkeretaapian Balkh di Mazar-i-Sharif.

Ini adalah salah satu dari dua proyek kereta api yang sedang diupayakan oleh otoritas Taliban.

Tentu dalam upaya untuk menghubungkan Afghanistan dengan lebih baik. Sebab, Taliban dilanda perang selama beberapa dekade dan kemiskinan yang tidak pernah membangun jalur kereta api sendiri.

Jalur kedua sepanjang lebih dari 200 kilometer di ujung lain negara itu dimaksudkan untuk menghubungkan kota Herat dengan tetangganya di barat, Iran, sehingga memberikan Afghanistan jalan keluar ke laut, Turki, dan Eropa.

Ini adalah proyek yang direncanakan untuk jangka waktu sekitar 15 tahun, jauh sebelum Taliban kembali berkuasa pada 2021.

Baca juga: ISIS Serang Wisatawan Asing di Afghanistan, Sektor Pariwisata Terguncang

Dijelaskan bahwa transportasi kereta api adalah sarana transportasi tercepat dan termurah untuk mengangkut barang, sementara kereta penumpang belum tersedia pada tahap ini di Afghanistan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com