Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mahasiswa KKN UNY Inovasi Penjernih Air Sederhana

Kompas.com - 11/10/2022, 14:13 WIB
Albertus Adit

Penulis

KOMPAS.com - Hanya dengan paralon dan bahan alami yang mudah didapat di sekitar, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhadil membuat alat penjernih air sederhana.

Tim KKN UNY K2022-3306-8 Desa Andong, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah itu coba membuat inovasi dengan bahan alami.

Salah satu mahasiswa KKN UNY, Rodul Khanan mengatakan, metode penyaringan untuk menghilangkan zat tersuspensi pada air melalui media berpori dengan melewatkannya pada medium penyaringan.

Medium penyaringan itu terdiri dari padatan-padatan sehingga partikel padat yang ada pada air dapat terpisah atau terfiltrasi.

Baca juga: Mahasiswa UNY Ajarkan Siswa SD Kesiapsiagaan Bencana

Dengan teknik filtrasi

Pada teknik pengolahan air, teknik filtrasi atau penyaringan adalah teknik pengolahan air yang diterapkan dengan bantuan media filter seperti pasir misalnya silika, antrasit.

Senyawa kimia atau mineral seperti kapur, zeolit, karbon aktif, resin, ion exchange, membran, biofilter atau teknik filtrasi lainnya.

"Oleh karenanya perlu dibuat alat pengolahan air portable yang murah dan mudah dioperasikan serta dapat dipindahkan ke tempat yang lain," ujarnya dikutip dari laman UNY, Selasa (11/10/2022).

"Dengan harapan dapat membantu masyarakat mendapat air bersih dengan mutu yang layak," imbuh mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial tersebut.

Menurutnya mahasiswa KKN UNY di Desa Andong merasa prihatin dengan kualitas air tanah yang ada dan berinisiatif membuatkan alat penjernih air sederhana dengan bahan yang mudah didapat.

Tim KKN UNY lainnya, Estu Panduaji Wijaya menjelaskan bahwa bahan yang digunakan dalam pembuatan alat penjernih air ini adalah paralon, pasir silika, spons aquadine, mangan zeolite, kawat kassa dan karbon aktif.

Baca juga: Cara Membuat Pestisida Alami di Rumah ala Mahasiswa UNY

"Mangan zeolite berfungsi sebagai katalis dan pada waktu yang bersamaan besi dan mangan yang ada dalam air teroksidasi menjadi bentuk ferri-oksida dan mangan-dioksida yang tak larut dalam air," terang Estu.

Sedangkan fungsi pasir silika adalah untuk menghilangkan kandungan lumpur atau tanah dan sedimen pada air minum atau air tanah atau air PDAM atau air gunung pada industri pengolahan air.

Mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik tersebut mengatakan bahan lainnya yang digunakan adalah karbon aktif yang berfungsi untuk menghilangkan polutan mikro.

Misalnya zat organik, bau, serta menghilangkan kandungan besi (Fe), menghilangkan sedikit mangan (Mn) dan warna kuning pada air tanah atau sumber air lainnya.

Dalam proses penyaringan karbon aktif terjadi proses absorpsi, yaitu proses penyerapan zat-zat yang akan dihilangkan oleh permukaan arang aktif.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com