Kalah Telak dari Australia, Skor Mencolok hingga Perbedaan Kualitas Timnas Putri Indonesia

Kompas.com - 22/01/2022, 08:31 WIB
Aksi penyerang timnas wanita Indonesia, Zahra Muzdalifah, saat melawan Australia pada laga Piala Asia Wanita 2022, Jumat (21/1/2022) malam WIB. PSSIAksi penyerang timnas wanita Indonesia, Zahra Muzdalifah, saat melawan Australia pada laga Piala Asia Wanita 2022, Jumat (21/1/2022) malam WIB.


KOMPAS.com - Timnas putri Indonesia harus menelan kekalahan telak dalam mengawali perjuangan di Piala Asia Wanita 2022 saat melawan Australia.

Tidak tanggung-tanggung, pada laga perdana Grup B di Mumbai Football Arena, India, Jumat (21/1/2021), Garuda Pertiwi tumbang dengan skor yang mencolok 0-18 dari Australia.

Striker Australia yang bermain di Chelsea, Sam Kerr, tampil cemerlang dengan mencetak lima gol (9', 11', 26', 36', 54').

Adapun gol-gol Australia lainnya dibuat oleh Caitlin Foord (14'), Mary Fowler (17'), Ellie Carpenter (34', 49'), Emily van Egmond (39', 57', 58', 69',), Kyah Simon (67', 71'), Aivi Luik (78'), dan Hayley Raso (24', 88').

Terima kekalahan dan apresiasi timnas putri Indonesia

Pelatih timnas putri Indonesia, Rudy Eka Priyambada, menerima kekalahan yang dialami timnya ini. Kendati demikian, dia tetap memberikan apresiasi kepada Zahra Muzdalifah dkk yang terus berjuang di atas lapangan.

Baca juga: Piala Asia Wanita: Kekalahan Terbesar Timnas Putri Indonesia, Sensasi Sam Kerr, hingga Penghormatan Australia

"Pada pertandingan pertama kami setelah 33 tahun di Piala Asia, saya pikir dalam laga melawan Australia kami telah berjuang sebisa mungkin," kata Rudy Eka dalam jumpa pers usai laga.

"Namun, dari laga ini jelas bahwa kami harus mengembangkan sepak bola kami, khususnya sepak bola wanita Indonesia," tuturnya.

"Kami masih memiliki dua pertandingan melawan Thailand dan Filipina. Jadi, kami akan mempersiapkan dua pertandingan ini," tandasnya.

Akui perbedaan kualitas dengan Australia

Lebih lanjut, pelatih berusia 39 tahun itu mengatakan soal perbedaan kualitas antara Indonesia dan Australia.

"Saya pikir perbedaannya adalah kualitas pemain. Sebab, banyak pemain Australia yang bermain di Eropa, sedangkan liga kami ditiadakan sejak dua tahun lalu karena pandemi," ucapnya menambahkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.