Penyebab Jumlah Pinjol Legal yang Terdaftar di OJK Semakin Berkurang

Kompas.com - 27/11/2021, 16:00 WIB

KOMPAS.com - Aplikasi pinjaman online (pinjol) sedang banyak dibicarakan masyarakat belakangan ini.

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan pemberantasan terhadap banyak aplikasi pinjol ilegal. Kini, jumlah aplikasi pinjol atau fintech peer-to-peer lending (P2P) yang resmi terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menurun.

Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Selasa (23/11/2021), Direktur Eksekutif AFPI, Kuseryansyah mengatakan, jumlah pinjol resmi yang menjadi anggota AFPI pernah mencapai 164. Saat ini, jumlahnya terus menurun hingga menyisakan 104 perusahaan.

"Kenapa mulai berguguran? Karena tahun lalu, OJK mencanangkan orientasi pada kualitas dari penyelenggaraan P2P lending. Dari 164 itu, ditargetkan untuk segera ready, baik secara dokumen dan persyaratan perizinan," ujar Kuseryansyah.

"Dalam kondisi tersebut, ada beberapa penyelenggara yang tidak ready, itulah alasannya (jumlah pinjol resmi) mulai menyusut," imbuhnya.

Baca juga: Buka Situs Cekfintech.id untuk Mengetahui Legalitas Pinjol dan FIntech

Kuseryansyah menjelaskan, sebagian perusahaan pinjol memiliki alasan tersendiri untuk keluar dari pasar secara sukarela.

Akan tetapi, tak sedikit juga pinjol yang izinnya dicabut oleh OJK karena melakukan pelanggaran.

"Ada juga penyelenggara yang karena proses pemenuhan dokumen dan persyaratannya itu melebihi batas waktu yang ditentukan, makanya OJK juga mencabut (izin pinjol tersebut)," jelasnya.

Kuseryansyah mengatakan, saat ini OJK sedang menggodok aturan terkait pinjol. Apalagi, saat ini pinjol memiliki berbagai kategori, seperti kategori pinjol memiliki izin, pinjol yang terdaftar, dan pinjol yang ilegal.

Baca juga: Daftar 151 Pinjol Ilegal 2021 yang Diblokir Kominfo

"Ada pinjol yang berizin, ada juga yang pinjol yang terdaftar, itu bedanya apa? Maunya di lapangan tinggal bilang berizin dan tidak berizin saja," ujar Kuseryansyah.

"Ke depan mudah-mudahan keputusan dari OJK mengenai berizin, terdaftar atau tidaknya dibuat sederhana. Ini sangat diperlukan untuk menutup pinjol yang tidak berizin alias ilegal," pungkasnya.

(Penulis: Elsa Catriana | Editor: Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Sumber: KOMPAS.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.