Mulai 1 Januari 2022 Pemerintah Stop Peredaran Minyak Goreng Curah

Kompas.com - 27/11/2021, 07:00 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah akan menyetop peredaran minyak goreng curah di pasaran mulai tanggal 1 Januari 2022 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan. Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi lonjakan harga di komoditas minyak goreng.

Minyak goreng curah ini kan bergantung pada Crude Palm Oil (CPO), ketika CPO naik maka minyak goreng curah juga langsung naik. Makanya pemerintah sudah mengantisipasi dengan tidak mengizinkan diedarkan mulai dari 1 Januari 2022 nanti,” kata Oke dalam diskusi Indef secara virtual, dikutip dari berita Kompas.com, Rabu (24/11/2021).

Baca juga: Pemerintah Larang Minyak Goreng Curah Diedarkan Per 1 Januari 2022

Oke menuturkan, berbeda dengan minyak curah, untuk minyak goreng kemasan harganya relatif terkendali karena dapat disimpan untuk jangka panjang.

Lebih lanjut ia menambahkan, tingkat kebutuhan minyak goreng curah sangatlah tinggi. Berdasarkan catatan Kemendag, kebutuhan akan minyak goreng curah mencapai lima juta liter dalam setahun.

Sementara jumlah produksinya mencapai 9,5 juta. "Memang kalau kita gabungkan kebutuhan minyak goreng curah untuk kebutuhan rumah tangga dan industri itu kita masih mengizinkan untuk diedarkan mendekati 67 persen," kata Oke.

Oke menjelaskan, saat ini hanya ada dua negara yang masih mengedarkan minyak goreng curah. Selain Indonesia, satu negara lainnya adalah Bangladesh.

"Sehingga nanti, ketika CPO naik itu tidak langsung berdampak pada harga karena nantinya minyak goreng kemasan harganya masih terkendali," ucap Oke.

Baca juga: Ini yang Dilakukan Kemendag Siasati Kenaikan Minyak Goreng Selama Natal dan Tahun Baru

Ilustrasi minyak goreng.SHUTTERSTOCK/NAYPONG STUDIO Ilustrasi minyak goreng.

Antisipasi kenaikan harga minyak goreng di masa Nataru

Memasuki November ini harga minyak goreng naik di pasaran. Lonjakan harga minyak goreng ini, menurut Kemendag, tidak lepas dari kenaikan harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit di pasar global.

Untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak goreng di masa Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah meminta produsen minyak goreng untuk mempersiapkan minyak goreng kemasan sederhana sebanyak 11 juta liter.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.