Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Kasus Fat Cat di China, Polisi Sebut Mantan Pacar Tidak Bersalah

Kompas.com - 22/05/2024, 09:30 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Warganet China ramai membicarakan insiden Fat Cat.

Insiden tersebut melibatkan pemain gim daring bernama Liu Jia yang mengakhiri hidup usai diduga menjadi korban penipuan pacarnya, Tan Zhu.

Situasi ini berawal dari Liu Jia seorang pemain gim dan selebritas internet berjulukan Fat Cat mengakhiri hidup dengan lompat dari jembatan Sungai Yangtze di Nanjing, China pada 11 April 2024.

Kematian Fat Cat menjadi ramai dibicarakan usai saudara perempuan korban membagikan kabar duka tersebut lewat media sosial. Dia menduga Fat Cat hidup dengan kondisi menyedihkan demi pacarnya, Tan Zhu.

Kabar tersebut sontak membuat warga China bersimpati sehingga menaruh buket bunga dan makanan di jembatan Sungai Yangtze untuk mengenang Fat Cat.

Sebaliknya, Tan Zhu dituduh menerima banyak uang dari Fat Cat yang didapatkan dengan bekerja 18 jam sehari dan makan makanan murah. Keluarga Fat Cat juga meminta uang itu dikembalikan.

Meski begitu, laporan terbaru dari Kepolisian Chongqing mengungkapkan Tan Zhu tidak bersalah karena tidak ditemukan bukti melakukan penipuan.

Baca juga: Kisah Pemuda China, Rela Hidup Hemat demi Pacar tapi Berakhir Tragis


Insiden Fat Cat

Liu Jia (21) atau Fat Cat melompat dari jembatan Sungai Yangtze di Nanjing, China pada 11 April 2024. Jasadnya baru ditemukan pada 23 April 2024.

Pada 1 Mei 2024, kakak perempuannya bernama Liu Yi lalu mengunggah pesan sang adik dan pacarnya Tan Zhu (27) melalui Douyin, Weibo, dan media sosial lain. Isi pesan tersebut menunjukkan Liu Jia sering mengirimkan uang dalam jumlah banyak ke Tan Zhu.

Liu Jia dikabarkan bertemu Tan Zhu melalui gim dan jatuh cinta. Laki-laki itu bahkan pindah dari Hunan ke Chongqing agar dekat dengan Tan Zhu meski baru bertemu dua kali. Tan Zhu pernah berjanji mereka akan menikah pada Mei 2024.

Selama berpacara, Liu Jia beberapa kali mengirimkan uang untuk keperluan Tan Zhu meski harus bekerja keras.

Untuk mendapatkan uang, Liu Jia menawarkan jasa bermain gim dengan akun orang lain selama 18 jam sehari. Selama dua tahun, dia mengirimkan sekitar Rp 13,4 juta ke Tan Zhu.

"Fat Cat hidup hemat selama dua tahun demi membiayai bisnis pacarnya dan hanya berani memesan take-out seharga 10 yuan sehari (Rp 22.244)," ujar direktur media Sankei Shimbun Jepang cabang Taipei, Akio Yaita dikutip dari News Directory, Senin (6/5/2024).

Sikap Tan Zhu kepada Liu Jia dikabarkan berubah pada 4 April 2024. Perempuan itu kerap mengeluh dan memberikan uang dari Liu Jia untuk orang lain. Mereka akhirnya putus.

Sebelum putus, Liu Jia berusaha mencegahnya dengan memberikan uang sekitar Rp 14,8 juta dan buket bunga mahal untuk Tan Zhu. Sayangnya, usaha itu gagal.

Liu Jia yang syok memilih mengakhiri hidup dengan lompat dari jembatan Sungai Yangtze.

Unggahan yang dibagikan kakak Liu Jia membuat warganet menuduh Tan Zhu menipu Fat Cat dengan dalih cinta. Banyak orang juga mendesak dia diselidiki atas kejadian ini.

Baca juga: Mengenal Jembatan Sungai Yangtze, Lokasi Fat Cat Incident yang Trending di China

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com