Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BPOM Temukan 5.937 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya pada Awal 2024

Kompas.com - 17/04/2024, 18:30 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 5.937 kosmetik yang mengandung bahan dilarang atau berbahaya.

Hal itu ditemukan BPOM setelah melakukan intensifikasi pengawasan pada klinik kecantikan secara serentak di seluruh Indonesia pada 19-23 Februari 2024 yang diumumkan pada 3 April 2024.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Mohamad Kashuri mengatakan, kegiatan intensifikasi melibatkan 76 unit pelaksana teknis (UPT) BPOM.

"Pengawasan yang kami lakukan tetap berkala tiap bulan, tapi yang kami sampaikan saat ini adalah potret dari hasil pengawasan serentak di seluruh Indonesia terhadap sarana klinik kecantikan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (17/4/2024).

"Dari 731 sarana klinik kecantikan yang diperiksa, hasilnya 239 sarana (33 persen) tidak memenuhi ketentuan," tambahnya.

Baca juga: BPOM Umumkan 12 Sirup yang Aman Digunakan per 22 Maret 2024, Ini Daftarnya

Jumlah kosmetik berbahaya

Selain menemukan 5.937 kosmetik mengandung bahan berbahaya, BPOM juga menemukan 2.475 skincare beretiket biru yang tidak sesuai ketentuan dan 37.998 pcs kosmetik tanpa izin edar.

BPOM turut mendapati 5.277 kosmetik kedaluwarsa dan 104 produk injeksi kecantikan.

Kashuri menyampaikan, temuan produk yang diawasi dalam intensifikasi pengawasan pada klinik kecantikan sebanyak 51.791 buah dengan nilai sebesar Rp 2,8 miliar.

Ada lima wilayah pengawasan UP dengan jumlah temuan yang terbilang besar, seperti Loka POM di Kabupaten Bungo, Balai Besar POM di Pekanbaru, dan Balai Besar POM di Surabaya di mana ditemukan banyak skincare beretiket biru yang tidak sesuai ketentuan.

BPOM juga menemukan banyak kosmetik tanpa izin edar di Balai POM di Tarakan dan Balai Besar POM di Samarinda.

Skincare beretiket biru yang tidak sesuai ketentuan turut ditemukan pada cakupan wilayah kerja 21 UPT BPOM dengan nilai sebesar Rp 170 juta.

Adapun, skincare beretiket biru yang tidak sesuai ketentuan adalah produk perawatan kulit yang ditambahkan dengan bahan obat keras tanpa resep atau pengawasan dokter.

Skincare tersebut dibuat secara massal dan dilabeli dengan etiket biru dan diedarkan secara online.

Penggunaan bahan obat keras pada kosmetik tanpa resep atau pengawasan dokter seperti ini tentunya berisiko terhadap kesehatan.

Baca juga: BPOM Cabut Izin Edar 4 Kosmetik karena Langgar Aturan Iklan, Ini Rinciannya

Daftar kosmetik mengandung bahan berbahaya

Di sisi lain, BPOM menyebutkan, nilai kosmetik tanpa izin edar yang ditemukan mencapai Rp 1,7 miliar, nilai kosmetik mengandung bahan berbahaya mencapai Rp 323 juta, dan nilai produk injeksi kesehatan mencapai Rp 121 juta.

Halaman:

Terkini Lainnya

Ada Festival Lampion di Candi Borobudur, Ini Prakiraan Cuaca Saat Perayaan Waisak 2024

Ada Festival Lampion di Candi Borobudur, Ini Prakiraan Cuaca Saat Perayaan Waisak 2024

Tren
BMKG: Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 Mei 2024

BMKG: Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 23-24 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Kronologi Singapore Airlines Alami Turbulensi | Skandal Transfusi Darah di Inggris

[POPULER TREN] Kronologi Singapore Airlines Alami Turbulensi | Skandal Transfusi Darah di Inggris

Tren
Sosok Pegi Setiawan, Terduga Pembunuh Vina Cirebon Ditangkap

Sosok Pegi Setiawan, Terduga Pembunuh Vina Cirebon Ditangkap

Tren
Pendaftaran STAN 2024: Link, Jadwal, Persyaratan, dan Cara Daftarnya

Pendaftaran STAN 2024: Link, Jadwal, Persyaratan, dan Cara Daftarnya

Tren
10 Pemain Sepak Bola Termahal di Dunia 2024: Bellingham, Haaland, dan Mbappe Berbagi Tempat

10 Pemain Sepak Bola Termahal di Dunia 2024: Bellingham, Haaland, dan Mbappe Berbagi Tempat

Tren
Ditutup 31 Mei 2024, Ini Cara Daftar Pembelian Elpiji 3 Kg Pakai KTP

Ditutup 31 Mei 2024, Ini Cara Daftar Pembelian Elpiji 3 Kg Pakai KTP

Tren
Jadwal KRL Solo-Jogja selama Libur Panjang Hari Raya Waisak

Jadwal KRL Solo-Jogja selama Libur Panjang Hari Raya Waisak

Tren
Kasus Kecelakaan akibat Turbulensi Pesawat Kian Meningkat karena Perubahan Iklim, Kok Bisa?

Kasus Kecelakaan akibat Turbulensi Pesawat Kian Meningkat karena Perubahan Iklim, Kok Bisa?

Tren
HET Beras Akan Naik Bulan Depan, Ini Perincian Harganya

HET Beras Akan Naik Bulan Depan, Ini Perincian Harganya

Tren
Jangan Sampai Keliru, Ini Perbedaan Teluk dan Tanjung

Jangan Sampai Keliru, Ini Perbedaan Teluk dan Tanjung

Tren
Ini yang Terjadi Saat Pesawat Singapore Airlines Alami Turbulensi

Ini yang Terjadi Saat Pesawat Singapore Airlines Alami Turbulensi

Tren
Berkaca dari Turbulensi Singapore Airlines, Bolehkah Penderita Penyakit Jantung Naik Pesawat?

Berkaca dari Turbulensi Singapore Airlines, Bolehkah Penderita Penyakit Jantung Naik Pesawat?

Tren
Penyebab Pesawat Alami Turbulensi seperti Singapore Airlines

Penyebab Pesawat Alami Turbulensi seperti Singapore Airlines

Tren
Cerita Penumpang Singapore Airlines Saat Turbulensi, Tanpa Peringatan dan Penumpang Terlempar dari Kursi

Cerita Penumpang Singapore Airlines Saat Turbulensi, Tanpa Peringatan dan Penumpang Terlempar dari Kursi

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com