Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Potensi Dampak Serangan Iran ke Israel bagi Perekonomian Indonesia

Kompas.com - 15/04/2024, 13:00 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Konflik Timur Tengah kembali memanas dan mengalami eskalasi tertinggi sejak perang Israel-Hamas yang dimulai sejak 7 Oktober 2023.

Pada Sabtu (13/4/2024) malam, Iran menyerang Israel dengan ratusan drone dan rudal sebagai bentuk serangan balasan atas aksi penyerangan terhadap konsulat Iran di Damaskus pada Senin (1/4/2024).

Sebelumnya pesawat tempur Israel menghancurkan gedung Konsulat Iran dan membunuh seorang jenderal penting di Garda Revolusi Iran (IRGC) Jenderal Mohammad Reza Zahedi dan beberapa perwira lainnya.

Iran membalas serangan Israel dan menganggap permasalahannya dengan Israel telah selesai.

Selain itu, Iran mengaku akan melakukan serangan yang lebih besar jika Israel atau Amerika Serikat (AS) melakukan serangan balasan.

“Masalahnya dapat dianggap selesai. Namun, jika pemerintah Israel melakukan kesalahan lagi, tanggapan Iran akan jauh lebih parah,” kata Presiden Iran Ebrahim Raisi dikutip dari Al Jazeera 

Baca juga: Ini Peringatan Iran jika Israel dan AS Lakukan Serangan Balasan

Dampak serangan Iran ke Israel pada dunia

Serangan udara massal yang dilakukan Iran terhadap Israel pada Sabtu (13/4/2024) malam dapat memberikan dampak pada global, termasuk pada perekonomian Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira.

“Serangan Iran hingga Israel mempunyai empat dampak yang serius terhadap perekonomian Indonesia,” ujarnya kepada Kompas.com , Senin (15/4/2024).

Berikut beberapa dampak yang mungkin terjadi akibat konflik Iran-Israel:

1. Memengaruhi harga minyak mentah

Ia menjelaskan, dampak pertama akibat serangan Iran ke Israel dapat memicu kenaikan harga minyak mentah sebesar 85,6 dollar AS per barel atau meningkat 4,4 persen dari tahun ke tahun.

“Sebagai negara penghasil minyak ke-7 terbesar di dunia, produksi dan distribusi minyak Iran bisa mempengaruhi,” kata Bhima.

"Harga minyak yang melonjak berimbas ke pelebaran subsidi energi hingga pelemahan kurs rupiah lebih dalam," imbuhnya. 

2. Rupiah melemah

Dampak kedua, konflik antara Iran dan Israel dapat memicu keluarnya aliran investasi asing dari negara berkembang karena meningkatnya risiko geopolitik.

Menurut Bhima, investor juga mencari aset yang aman baik emas dan dollar AS sehingga rupiah bisa saja melemah hingga 17.000 per dollar.

Baca juga: Serangan Iran ke Israel Disebut Hanya Ingin Tepati Janji Pembalasan, Jauh dari Potensi Perang Dunia Ketiga

 

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com