Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Cek Rest Area Terdekat lewat Google Maps Saat Arus Balik Lebaran

Kompas.com - 12/04/2024, 13:00 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

KOMPAS.com - Google Maps adalah layanan peta online yang dikembangkan oleh Google, berisi informasi nama jalan, alamat, dan lokasi tempat-tempat tertentu.

Anda juga bisa mencari rute untuk menuju ke lokasi tertentu yang ada di dalam peta. Layanan ini dapat diakses melalui browser web atau melalui aplikasi Google Maps

Tak hanya menunjukkan peta dan rute, Google Maps juga bisa memberikan informasi mengenai kondisi lalu lintas dan lokasi rest area.

Baca juga: Daftar Tarif Tol dan Titik Rest Area Rute Jakarta-Surabaya


Misalnya ketika Anda mencari rute ke tujuan tertentu, maka Google Maps akan menunjukkan rute dan informasi apakah kondisi lalu lintasnya macet atau tidak.

Atau saat Anda sedang dalam perjalanan jauh, bisa mengecek lokasi rest area sehingga Anda bisa beristirahat sejenak.

Layanan tersebut sangat bermanfaat terutama bagi Anda yang akan melakukan perjalanan arus balik mudik lebaran.

Rest area sendiri merupakan sebuah tempat di pinggir jalan raya, di mana orang dapat berhenti untuk beristirahat hingga mendapatkan makanan sebelum melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Ironi Rest Area, Tempat Melepas Lelah yang Jadi Biang Kemacetan...

Lantas, bagaimana cara cek rest area terdekat di Google Maps?

Cara cek rest area di Google Maps

Cara mengecek rest area terdekat melalui Google Maps cukup mudah, berikut langkah-langkahnya:

  • Buka aplikasi Google Maps di ponsel Anda.
  • Pastikan izin akses lokasi untuk aplikasi tersebut telah diaktifkan.
  • Pada bilah pencarian, ketik “rest area” atau “rest area terdekat”.
  • Google Maps akan langsung menunjukkan beberapa titik rest area terdekat yang bisa Anda kunjungi.
  • Pilih salah satu lokasi rest area yang diinginkan, lalu klik “rute” untuk mengetahui rekomendasi rute menuju ke sana.
  • Anda juga bisa melihat ulasan maupun foto dari lokasi rest area tersebut sebelum memutuskan untuk mengunjunginya.

Jenis-jenis rest area dan fasilitasnya

Dilansir dari Kompas.com (23/4/2023), berikut adalah jenis-jenis rest area di Indonesia:

1. Rest area tipe A

Rest area atau TIP tipe A mempunyai area yang lebih luas dibandingkan tipe lainnya. Jenis ini memiliki fasilitas umum lengkap meliputi ATM, toilet, SPBU, klinik kesehatan, bengkel, minimarket, mushola, kios, tempat parkir, ruang terbuka hijau, hingga restoran.

Rest area ini berjarak minimum 20 kilometer dengan rest area tipe A berikutnya dan berjarak minimum 10 kilometer dengan rest area tipe B.

Baca juga: Sejarah Mudik, Sudah Ada sejak Zaman Majapahit, Populer Saat Lebaran

2. Rest area tipe B

Rest area tipe B lebih kecil dibandingkan tipe A. Jenis ini memiliki fasilitas ATM center, toilet, warung atau kios, minimarket, mushola, restoran, ruang terbuka hijau, dan tempat parkir.

Rest area tipe B berada di jalan tol antar kota yang memiliki panjang tol lebih dari 30 kilometer dan berjarak minimal 10 kilometer dengan rest area tipe B berikutnya.

Baca juga: Simak, Ini Waktu dan Lokasi Rawan Macet Arus Mudik-Balik Lebaran 2024

3. Rest area tipe C

Rest area tipe C adalah jenis yang paling kecil. Tipe ini memiliki toilet, warung atau kios, mushola, dan sarana tempat parkir yang bersifat sementara.

Terkadang fasilitas rest area tipe C hanya dioperasikan pada saat-saat tertentu seperti saat libur panjang, libur hari raya, dan lainnya.

Lokasi rest area tipe C biasanya berjarak 2 kilometer dengan tipe A, tipe B, dan sesama rest area tipe C.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Tren
Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang 'Jaka Sembung'

Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang "Jaka Sembung"

Tren
Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Tren
Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Tren
Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Tren
Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tren
5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

Tren
Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Tren
BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

Tren
Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Tren
Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Tren
Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Tren
Studi Ungkap Obesitas pada Anak Bisa Kurangi Setengah Harapan Hidupnya

Studi Ungkap Obesitas pada Anak Bisa Kurangi Setengah Harapan Hidupnya

Tren
Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal karena Kecelakaan Helikopter, Siapa Penggantinya?

Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal karena Kecelakaan Helikopter, Siapa Penggantinya?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com