Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berapa Gula yang Boleh Dikonsumsi Saat Lebaran? Ini Kata Ahli Gizi

Kompas.com - 11/04/2024, 20:00 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Momen Idul Fitri atau Lebaran selain identik dengan berkumpul bersama keluarga, tapi juga makanan dan minuman manis. 

Ada berbagai hidangan dengan cita rasa manis yang dapat dijumpai ketika Lebaran, seperti kue nastar, putri salju, atau minuma es buah.

Oleh karena itu, orang yang merayakan Lebaran dengan menyantap makanan dan minuman manis sebaiknya berhati-hati.

Sebab kadar gula darah dapat melonjak jika makanan dan minuman manis dikonsumsi secara berlebihan, terutama bagi mereka yang sudah didiagnosis diabetes.

Lantas, berapa banyak gula yang boleh dikonsumsi saat Lebaran?

Baca juga: Mengandung Gula Alami, Apakah Jagung Aman bagi Penderita Diabetes?

Penjelasan ahli gizi

Ahli gizi dr Tan Shot Yen mengatakan, konsumsi makanan dan minuman saat Lebaran sebaiknya dijaga supaya tetap seimbang karena ada hidangan tertentu yang mengandung gula tersembunyi.

"Gula itu tidak cuma gula pasir. Pikirkan makan ada kecapnya, permen, puding, kue, gula tersembunyi. Biasakan tetap menerapkan gizi seimbang," ujar Tan kepada Kompas.com, Selasa (9/4/2024).

Tan mencontohkan, ada beberapa jenis makanan saat Lebaran manis yang mengandung banyak kalori, seperti lidah kucing, kastengel, putri salju, dan nastar.

Merujuk anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tan menyarankan supaya konsumsi gula harian dibatasi kurang dari 10 persen dari total asupan energi.

Menurut WHO, mengurangi gula hingga di bawah 5 persen atau sekitar 25 gram (6 sendok teh) per hari dapat memberikan manfaat tambahan.

Mengonsumsi gula di bawah 10 persen bermanfaat untuk mengurangi risiko kelebihan berat badan, obesitas, dan kerusakan gigi.

Baca juga: 5 Air Rebusan Bahan Alami untuk Menurunkan Gula Darah

Harus menjaga pikiran

Lebih lanjut, Tan juga mengingatkan bahwa pikiran dapat menjadi manipulatif ketika dihadapkan pada makanan dan minuman manis.

Oleh sebab itu, ia menyarankan supaya mereka yang ingin merayakan Lebaran tidak harus mengonsumsi hidangan yang mengandunng gula, seperti teh atau nastar.

Mereka cukup mengonsumsi air putih sambil rutin memeriksa kadar gula darah.

Tan meminta supaya mereka yang sudah mengidap diabetes untuk berkonsultasi ke dokter terkait asupan manis ketika Lebaran tiba.

"Teh ga perlu manis. Nastar cuma buat nyicip. Kalau sudah diabetes harus ke dokter, bukan pakai cara-cara sendiri," imbuhnya.

Baca juga: Cara Mengontrol Gula Darah secara Alami, Cocok untuk Penderita Diabetes

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Kata Media Asing soal Elon Musk Datang ke Indonesia

Kata Media Asing soal Elon Musk Datang ke Indonesia

Tren
Profil Presiden Iran Ebrahim Raisi, Meninggal Kecelakaan Helikopter

Profil Presiden Iran Ebrahim Raisi, Meninggal Kecelakaan Helikopter

Tren
Bisa Gratis, Ini 7 Alat Bantu Kesehatan yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Bisa Gratis, Ini 7 Alat Bantu Kesehatan yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Tren
Fakta Jatuhnya Helikopter yang Menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi

Fakta Jatuhnya Helikopter yang Menewaskan Presiden Iran Ebrahim Raisi

Tren
Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal karena Kecelakaan Helikopter, Ini Daftar Korban Lainnya

Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal karena Kecelakaan Helikopter, Ini Daftar Korban Lainnya

Tren
Kaki Bayi Sehat Disebut Menunjukkan Refleks Plantar, Apa Itu?

Kaki Bayi Sehat Disebut Menunjukkan Refleks Plantar, Apa Itu?

Tren
Mengapa Presiden Iran Ikut Meresmikan Bendungan di Azerbaijan?

Mengapa Presiden Iran Ikut Meresmikan Bendungan di Azerbaijan?

Tren
Kasus Vina Cirebon, Nirbhaya New Delhi, dan 'No Viral No Justice'

Kasus Vina Cirebon, Nirbhaya New Delhi, dan "No Viral No Justice"

Tren
Kisah Ayah-Anak Berlayar ke Titik Terpencil di Dunia, Ombak dan Badai Bukan Bahaya Terbesar

Kisah Ayah-Anak Berlayar ke Titik Terpencil di Dunia, Ombak dan Badai Bukan Bahaya Terbesar

Tren
Urutan Lengkap 6 Buku Bridgerton Sesuai Kronologi Ceritanya, Beda dari Netflix

Urutan Lengkap 6 Buku Bridgerton Sesuai Kronologi Ceritanya, Beda dari Netflix

Tren
Seluruh Bagian Pesawat Hangus Terbakar, Harapan Presiden Iran Selamat Sangat Tipis

Seluruh Bagian Pesawat Hangus Terbakar, Harapan Presiden Iran Selamat Sangat Tipis

Tren
Ramai soal Pembalut Wanita Bekas Dicuci atau Langsung Dibuang, Ini Kata Dokter

Ramai soal Pembalut Wanita Bekas Dicuci atau Langsung Dibuang, Ini Kata Dokter

Tren
Helikopter yang Membawa Presiden Iran Ditemukan, Seluruh Bagian Hangus Terbakar

Helikopter yang Membawa Presiden Iran Ditemukan, Seluruh Bagian Hangus Terbakar

Tren
Benarkah Pembangunan Tol Jadi Solusi Jalanan Rawan Longsor di Sumatera Barat?

Benarkah Pembangunan Tol Jadi Solusi Jalanan Rawan Longsor di Sumatera Barat?

Tren
6 Fakta Pesawat Latih Jatuh di BSD, Sempat Hilang Kontak

6 Fakta Pesawat Latih Jatuh di BSD, Sempat Hilang Kontak

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com