Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramai soal Parkir Motor di Yogyakarta Ada Biaya Titip Helm Rp 1.000

Kompas.com - 02/04/2024, 14:45 WIB
Aditya Priyatna Darmawan,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Unggahan disertai foto yang menyebutkan adanya tarif parkir sepeda motor di Kota Yogyakarta ada biaya tambahan titip helm Rp 1.000, viral di media sosial.

Foto tersebut diunggah oleh akun X (sebelumnya Twitter) @merapi_uncover pada Senin (1/4/2024).

Di dalam foto, tampak karcis parkir motor berwarna merah muda dengan biaya tertera Rp 2.000, namun ditempeli kertas kecil tambahan bertuliskan “Titip helm Rp 1.000”.

HAHAHAHA mah pie iki (Hahahah mo gimana ini). saiki parkir nambah titip helm ki jane masuk akal ora e (Sekarang parkir tambah titip helm sebenarnya masuk akal tidak ya),” tulis keterangan dalam unggahan.

Hingga Selasa (2/4/2024), unggahan tersebut sudah dilihat lebih 124.400 kali dan mendapat 759 likes.

Baca juga: 2 Tahun di Parkiran Stasiun, Biaya Parkir Motor Ini Capai Rp 11 Juta

Penjelasan Dishub Kota Yogyakarta

Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Imanudin Aziz mengatakan biaya “titip helm” seharusnya sudah termasuk fasilitas parkir sebesar Rp 2.000.

“Jadi sebenarnya helm bagian dari fasilitas keselamatan. Jadi kalau parkir itu, sudah termasuk dengan helm-nya,” ujar Aziz saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/4/2024).

Namun, pihaknya juga tidak mempermasalahkan jika pemotor ingin menitipkan helmnya di luar parkir agar lebih aman.

“Kalau kita melihat karcisnya, itu kan parkirnya kendaraan Rp 2.000. Hanya, kenapa kemudian ada kertas berbeda yang ditempelkan atau dicantumkan jadi satu dengan karcis,” ungkap Aziz.

Pihaknya mengatakan, seharusnya tidak perlu ada penarikan biaya titip helm, sehingga tarif parkir yang dikeluarkan tetap Rp 2.000. 

Baca juga: Ramai soal Parkir Liar di Yogyakarta Didenda Rp 50 Juta, Ini Penjelasan Dishub

Dishub melakukan penelusuran

Terkait adanya unggahan tambahan biaya parkir tersebut, pihak Dishub Kota Yogyakarta mengaku baru akan melakukan penelusuran. 

“Akan kami telusuri sesuai nomor karcis yang tertera,” kata Aziz.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk mengetahui bahwa menaruh helm di motor sudah termasuk pada biaya parkir Rp 2.000.

Sehingga, masyakarat tidak tertimpa kejadian serupa yang bisa merugikan beberapa pihak itu.

Selain itu, masyarakat atau pengendara juga bisa menolak untuk membayar Rp 1.000 dengan embel-embel menitip helm tersebut.

“Kecuali kemudian di mall, ada penitipan helm yang bisa menjadi pilihan,” terang Aziz.

Baca juga: Ramai soal Tarif Parkir VIP di Stasiun Yogyakarta Rp 50.000 per Tiga Jam, Ini Kata KAI dan Pengelola

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Beredar Foto Cacing Berkepala Martil, Apakah Berbahaya?

Beredar Foto Cacing Berkepala Martil, Apakah Berbahaya?

Tren
Uang Pecahan Kecil Palsu Banyak Beredar Setelah Lebaran, BI Jelaskan Bedanya

Uang Pecahan Kecil Palsu Banyak Beredar Setelah Lebaran, BI Jelaskan Bedanya

Tren
5 Kampus Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR by Subject 2024

5 Kampus Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR by Subject 2024

Tren
Video Viral Pengemis Lansia di Kulonprogo Pukul Mobil yang Tak Beri Uang, Aksinya Disebut Bukan yang Pertama

Video Viral Pengemis Lansia di Kulonprogo Pukul Mobil yang Tak Beri Uang, Aksinya Disebut Bukan yang Pertama

Tren
Kala Sopir Bus Ajak Penumpangnya Rayakan Lebaran di Rumah Sang Mertua...

Kala Sopir Bus Ajak Penumpangnya Rayakan Lebaran di Rumah Sang Mertua...

Tren
Pasien Kanker Prostat Diprediksi Akan Naik Dua Kali Lipat dalam 20 Tahun, Ini Alasannya

Pasien Kanker Prostat Diprediksi Akan Naik Dua Kali Lipat dalam 20 Tahun, Ini Alasannya

Tren
Kisah Penjual di Tebet, Hampir Kena Tipu Jutaan Rupiah dengan Modus Bukti Transfer QRIS Palsu

Kisah Penjual di Tebet, Hampir Kena Tipu Jutaan Rupiah dengan Modus Bukti Transfer QRIS Palsu

Tren
Catat, Ini Kategori ASN yang Tidak Boleh WFH pada 16-17 April 2024

Catat, Ini Kategori ASN yang Tidak Boleh WFH pada 16-17 April 2024

Tren
Akibat Serangan Awal Iran, Israel Disebut Alami Kerugian Rp 1,6 Triliun

Akibat Serangan Awal Iran, Israel Disebut Alami Kerugian Rp 1,6 Triliun

Tren
Penembakan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Satu Korban Luka akibat Salah Sasaran

Penembakan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Satu Korban Luka akibat Salah Sasaran

Tren
Iran Serang Israel, Begini Respons Negara-negara Timur Tengah

Iran Serang Israel, Begini Respons Negara-negara Timur Tengah

Tren
Profil Bupati Maggarai Herybertus GL Nabit yang Pecat 249 Nakes

Profil Bupati Maggarai Herybertus GL Nabit yang Pecat 249 Nakes

Tren
Jika Israel Serang Balik Iran, Biden Pastikan AS Tak Akan Ikut Campur

Jika Israel Serang Balik Iran, Biden Pastikan AS Tak Akan Ikut Campur

Tren
Respons Pemimpin Dunia atas Serangan Iran ke Wilayah Israel

Respons Pemimpin Dunia atas Serangan Iran ke Wilayah Israel

Tren
Polisi Ungkap Dugaan Motif Penusukan Massal di Mal Australia

Polisi Ungkap Dugaan Motif Penusukan Massal di Mal Australia

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com