Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rincian Standar Gaji Satpam, Sopir, hingga Petugas Kebersihan di Lingkungan Pemerintah

Kompas.com - 14/05/2023, 08:30 WIB
Diva Lufiana Putri,
Farid Firdaus

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluarkan aturan baru tentang standar biaya masukan tahun anggaran 2024.

Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2023 tersebut, tercantum pula pengaturan tentang pemberian gaji satpam, pengemudi, petugas kebersihan, dan pramubakti di lingkungan kementerian atau lembaga.

Staf Khusus Menteri Keuangan Sri Mulyani, Yustinus Prastowo menjelaskan, lampiran PMK Nomor 49 Tahun 2023 mengatur soal pagu anggaran sebagai standar.

Sebagai standar, menurut Yustinus, kementerian atau lembaga bisa mengacu pada ketentuan dalam aturan tersebut.

"Ya namanya pagu, sebagai standar. Bedakan dengan pengadaan. Kalau mau pengadaan, itu standarnya," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (13/5/2023).

Dia menerangkan, biaya masukan bukan berarti mewajibkan setiap instansi pemerintah untuk menganggarkan honorarium sesuai angka yang terdapat pada PMK.

Sebaliknya, standar biaya masukan ini menjadi batas tertinggi, sehingga besarannya tidak dapat dilampaui untuk efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Justru ini untuk memastikan tak ada belanja yang ugal-ugalan," kata dia.

Baca juga: Gaji Ke-13 2023 Cair Juni, Berikut Komponen dan Besarannya


Besaran standar biaya masukan gaji satpam dll

Merujuk PMK Nomor 49 Tahun 2023 tentang Standar Biaya Masukan tahun anggaran 2024, honorarium atau gaji dapat diberikan kepada pegawai non-aparatur sipil negara yang ditunjuk untuk melakukan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Pegawai non-aparatur sipil negara yang dimaksud, yakni satpam, pengemudi, petugas kebersihan, dan pramubakti.

Besaran honorarium atau gaji bagi para satpam dan pengemudi alias sopir, tertinggi berada di wilayah DKI Jakarta sebesar Rp 5.615.00.

Sedangkan petugas kebersihan dan pramubakti di wilayah yang sama, maksimal bisa digaji hingga Rp 5.104.000.

Sementara itu, standar biaya masukan gaji terkecil ada di DI Yogyakarta, masing-masing sebesar Rp 2.425.000 dan Rp 2.205.000.

Berikut rincian standar biaya masukan honororium satpam dan pengemudi:

  1. Aceh: Rp 4.020.000
  2. Sumatera Utara: Rp 3.247.000
  3. Riau: Rp 3.741.000
  4. Kepulauan Riau: Rp 3. 984.000
  5. Jambi: Rp 3.389.000
  6. Sumatera Barat: Rp 3.211.000
  7. Sumatera Selatan: Rp 3.931.000
  8. Lampung: Rp 3.039.000
  9. Bengkulu: Rp 2.849.000
  10. Bangka Belitung: Rp 4.200.000
  11. Banten: Rp 3.175.000
  12. Jawa Barat: Rp 3.777.000
  13. DKI Jakarta: Rp 5.615.000
  14. Jawa Tengah: Rp 2.280.000
  15. DI Yogyakarta: Rp 2.425.000
  16. Jawa Timur: Rp 4.135.000
  17. Bali: Rp 3.217.000
  18. Nusa Tenggara Barat: Rp 2.826.000
  19. Nusa Tenggaran Timur: Rp 2.531.000
  20. Kalimantan Barat: Rp 3. l 17.000
  21. Kalimantan Tengah: Rp 3.731.000
  22. Kalimantan Selatan: Rp 3. 753.000
  23. Kalimantan Timur: Rp 3.867.000
  24. Kalimantan Utara: Rp 4. l 91.000
  25. Sulawesi Utara: Rp 4.239.000
  26. Gorontalo: Rp 3.654.000
  27. Sulawesi Barat: Rp 3.443.000
  28. Sulawesi Selatan: Rp 4.038.000
  29. Sulawesi Tengah: Rp 3. 044.000
  30. Sulawesi Tenggara: Rp 3.487.000
  31. Maluku: Rp 3.330.000
  32. Maluku Utara: Rp 3.627.000
  33. Papua: Rp 4.604.000
  34. Papua Barat: Rp 4.124.000
  35. Papua Barat Daya: Rp 4.124.000
  36. Papua Tengah: Rp 4. 604.000
  37. Papua Selatan: Rp 4.604.000
  38. Papua Pegunungan: Rp 4.604.000.

Baca juga: Pengertian Gaji Ke-13, Besaran, dan Tanggal Pencairannya untuk ASN

Berikut standar biaya masukan honororium petugas kebersihan dan pramubakti:

  1. Aceh: Rp 3.654.000
  2. Sumatera Utara: Rp 2.952.000
  3. Riau: Rp 3.401.000
  4. Kepulauan Riau: Rp 3.622.000
  5. Jambi: Rp 3.081.000
  6. Sumatera Barat: Rp 2.919.000
  7. Sumatera Selatan: Rp 3.574.000
  8. Lampung: Rp 2.763.000
  9. Bengkulu: Rp p2.590.000
  10. Bangka Belitung: Rp 3.818.000
  11. Banten: Rp 2.887.000
  12. Jawa Barat: Rp 3.433.000
  13. DKI Jakarta: Rp 5.104.000
  14. Jawa Tengah: Rp 2.073.000
  15. DI Yogyakarta: Rp 2.205.000
  16. Jawa Timur: Rp 3. 759.000
  17. Bali: Rp 2. 924.000
  18. Nusa Tenggara Barat: Rp 2.569.000
  19. Nusa Tenggaran Timur: Rp 2.301.000
  20. Kalimantan Barat: Rp 2.834.000
  21. Kalimantan Tengah: Rp 3.392.000
  22. Kalimantan Selatan: Rp 3.412.000
  23. Kalimantan Timur: Rp 3.515.000
  24. Kalimantan Utara: Rp 3.810.000
  25. Sulawesi Utara: Rp p3.854.000
  26. Gorontalo: Rp 3.321.000
  27. Sulawesi Barat: Rp 3.130.000
  28. Sulawesi Selatan: Rp 3.671.000
  29. Sulawesi Tengah: Rp 2.767.000
  30. Sulawesi Tenggara: Rp 3.170.000
  31. Maluku: Rp 3.028.000
  32. Maluku Utara: Rp 3.297.000
  33. Papua: Rp 4.185.000
  34. Papua Barat: Rp 3.749.000
  35. Papua Barat Daya: Rp 3.749.000
  36. Papua Tengah: Rp 4.185.000
  37. Papua Selatan: Rp 4.185.000
  38. Papua Pegunungan: Rp 4.185.000.

Baca juga: Ramai di Media Sosial, Berapa Gaji Pokok Awal PNS?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Minum Teh Setelah Makan?

Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Minum Teh Setelah Makan?

Tren
Daftar Nama 11 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Bus di Subang

Daftar Nama 11 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Bus di Subang

Tren
Pemkab Sleman Tak Lagi Angkut Sampah Organik Warga, Begini Solusinya

Pemkab Sleman Tak Lagi Angkut Sampah Organik Warga, Begini Solusinya

Tren
Kapan Waktu Terbaik Minum Vitamin?

Kapan Waktu Terbaik Minum Vitamin?

Tren
Daftar Negara yang Mendukung Palestina Jadi Anggota PBB, Ada 9 yang Menolak

Daftar Negara yang Mendukung Palestina Jadi Anggota PBB, Ada 9 yang Menolak

Tren
Mengenal Como 1907, Klub Milik Orang Indonesia yang Sukses Promosi ke Serie A Italia

Mengenal Como 1907, Klub Milik Orang Indonesia yang Sukses Promosi ke Serie A Italia

Tren
Melihat Lokasi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang, Jalur Rawan dan Mitos Tanjakan Emen

Melihat Lokasi Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang, Jalur Rawan dan Mitos Tanjakan Emen

Tren
Remaja di Jerman Tinggal di Kereta Tiap Hari karena Lebih Murah, Rela Bayar Rp 160 Juta per Tahun

Remaja di Jerman Tinggal di Kereta Tiap Hari karena Lebih Murah, Rela Bayar Rp 160 Juta per Tahun

Tren
Ilmuwan Ungkap Migrasi Setengah Juta Penghuni 'Atlantis yang Hilang' di Lepas Pantai Australia

Ilmuwan Ungkap Migrasi Setengah Juta Penghuni "Atlantis yang Hilang" di Lepas Pantai Australia

Tren
4 Fakta Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang, Lokasi di Jalur Rawan Kecelakaan

4 Fakta Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang, Lokasi di Jalur Rawan Kecelakaan

Tren
Dilema UKT dan Uang Pangkal Kampus, Semakin Beratkan Mahasiswa, tapi Dana Pemerintah Terbatas

Dilema UKT dan Uang Pangkal Kampus, Semakin Beratkan Mahasiswa, tapi Dana Pemerintah Terbatas

Tren
Kopi atau Teh, Pilihan Minuman Pagi Bisa Menentukan Kepribadian Seseorang

Kopi atau Teh, Pilihan Minuman Pagi Bisa Menentukan Kepribadian Seseorang

Tren
8 Latihan yang Meningkatkan Keseimbangan Tubuh, Salah Satunya Berdiri dengan Jari Kaki

8 Latihan yang Meningkatkan Keseimbangan Tubuh, Salah Satunya Berdiri dengan Jari Kaki

Tren
2 Suplemen yang Memiliki Efek Samping Menaikkan Berat Badan

2 Suplemen yang Memiliki Efek Samping Menaikkan Berat Badan

Tren
BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 12-13 Mei 2024

BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir 12-13 Mei 2024

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com