Kompas.com - 06/10/2021, 17:30 WIB
Ilustrasi masker KN95. Jenis masker medis sekali pakai buatan China. Ahli tidak sarankan masker KN95 dipakai berulang. SHUTTERSTOCK/Boumen JapetIlustrasi masker KN95. Jenis masker medis sekali pakai buatan China. Ahli tidak sarankan masker KN95 dipakai berulang.

KOMPAS.com - Kasus Covid-19 di Indonesia terus berangsur-angsur menurun.

Meskipun demikian tetap penting untuk memakai masker untuk mencegah penularan. 

Sebab virus masih bisa menyebar, bahkan apabila dua orang telah menjaga jarak hingga dua meter. 

Baca juga: UPDATE: Bertambah 1.484, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 4.223.094

Perkembangan Covid-19 Indonesia

Pada 4 Oktober 2021 kemarin mencatatkan laporan harian di bawah 1.000 kasus, yaitu tepatnya 922 kasus. Jumlah tersebut merupakan pertama kalinya sejak Juni 2020. 

Sementara pada Rabu (5/10/2021) Indonesia melaporkan:

  • Kasus baru: 1.404 kasus baru,
  • Korban meninggal: 77 orang
  • Pasien sembuh: 2.558. 

Angka vaksinasi nasional: 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Dosis pertama: 94.929.217 orang
  • Dosis kedua: 53.656.921 orang
  • Dosis ketiga: 968.750 orang

Meskipun terjadi penurunan kasus baru di Indonesia, seluruh pihak diminta untuk tetap waspada dan terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, termasuk mengenakan masker.

Baca juga: Studi: Antibodi Covid-19 dalam ASI Bertahan hingga 10 Bulan dan Bisa Lindungi Bayi

Tetap pakai masker

Sebuah studi terbaru menemukan, tanpa mengenakan masker, walapun menjaga jarak fisik dua meter kemungkinan tidak cukup mencegah penyebaran virus Covid-19 dalam ruangan.

Sementara mengenakan masker dapat mengurangi kisaran kontaminasi partikel di udara sekitar 67 persen.

Penelian yang diterbitkan dalam jurnal Building and Environment, dilakukan oleh para peneliti di McGill University, Universite de Sherbrooke, Texas A&M University dan Northern Illinois University,

Studi didasarkan pada model yang meneliti aliran cairan dan gas di dalam ruangan menggunakan program komputer secara akurat mensimulasikan dinamika batuk.

“Masker dan ventilasi yang baik sangat penting untuk mengekang penyebaran jenis Covid-19 yang lebih menular, terutama selama musim flu dan musim dingin, karena lebih banyak orang bersosialisasi dalam ruangan,” ujar penulis studi Saad Akhtar dikutip dari CTV News, Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Studi: Orang Tak Divaksinasi 11 Kali Lebih Mungkin Meninggal akibat Covid-19

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.