Ditakut-takuti Orang Sekitar, Kakek 67 Tahun Tetap Berangkat Vaksinasi

Kompas.com - 31/07/2021, 07:25 WIB
Muhammad Safaruddin (64) menjadi viral di media sosial lantaran kebingungan saat ikut vaksinasi massal covid-19 di Makassar, Sulawesi Selatan dengan menempuh 15 kilo meter dengan mengayuh sepeda. Rabu, (28/7/2021). KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.Muhammad Safaruddin (64) menjadi viral di media sosial lantaran kebingungan saat ikut vaksinasi massal covid-19 di Makassar, Sulawesi Selatan dengan menempuh 15 kilo meter dengan mengayuh sepeda. Rabu, (28/7/2021).

KOMPAS.com - Warganet ramai memperbincangkan kiriman video TikTok mengenai perjuangan seorang kakek mendapatkan vaksinasi. Adalah Muhammad Syafaruddin (67), warga Jalan Kerung-kerung, Makassar, Sulawesi Selatan yang rela mengayuh sepeda belasan kilometer meski sempat ditakut-takuti risiko vaksin Covid-19.

Syafaruddin mendapat sorotan lantaran dalam video tersebut, ia tampak berdiri kebingungan. Hari itu, Rabu (28/7/2021) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar bekerja sama Yayasan Kalla Grup mengadakan vaksinasi massal di Nipah Mall.

Selama 5 jam, ia terdiam sembari memikirkan bagaimana caranya mendapatkan antrean. Matanya terus memperhatikan situasi di sekitar, namun dengan sabar ia berdiri sendirian di luar antrean peserta lainnya.

Lalu gerak-geriknya terekam kamera salah seorang dokter yang bertugas mendokumentasikan kegiatan, Helmiyadi Kuswardhana. Helmiyadi

Video Syafruddin yang diunggah Helmiyadi di media sosial pun langsung viral dan telah ditonton sebanyak 4 juta kali. 

Baca juga: Ramai soal Vaksinasi Dosis Ketiga, Siapa yang Berhak Menerimanya?

Tak punya ponsel untuk mendaftar

Sehari-hari, Syafaruddin bekerja sebagai kuli angkat galon isi ulang dan cuci motor. Berbekal sepeda angin pemberian majikannya, ia berangkat dari rumahnya setiap pukul 07.00 Wita ke Jalan Hertasning, Makassar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hari itu, setiba di tempat kerjanya, ia mendapatkan info dari majikannya bahwa di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Perintis Kemerdekaan sedang digelar vaksinasi massal secara gratis.

Mendengar informasi tersebut, ia pun bergegas mengayuh sepedanya sejauh 15 kilometer dan tiba pada pukul 09.15 Wita. Sayangnya, vaksinasi massal hanya diperuntukkan bagi yang telah mendaftar secara online.

Syafaruddin yang tak punya ponsel lalu kebingungan, sehingga hanya mampu mematung dan mengamati antrean orang-orang di sana. Baru pukul 14.00 Wita, Helmiyadi melihat keberadaannya yang tak biasa; berdiri di luar barisan.

Ketika Helmiyadi menanyakan maksud kedatangannya, barulah Syafaruddin mengungkapkan niatnya ingin mengikuti vaksinasi. Ia pun melanjutkan pertanyaannya, apakah sudah mendaftar secara online.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.