Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Isfahan, Kota Bersejarah yang Jadi Target Serangan Israel ke Iran

Kompas.com - 20/04/2024, 11:30 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

KOMPAS.com - Israel dikabarkan telah melancarkan serangan balasan terhadap Iran pada Jumat (19/4/2024), dengan ledakan terdengar di dekat dekat pusat kota Isfahan.

Isfahan adalah kota besar yang terletak sekitar 405 kilometer selatan ibu kota Iran, Teheran. Kota ini memiliki populasi hampir 2 juta jiwa.

Jumlah tersebut menjadikannya sebagai kota terpadat ketiga di Iran, setelah Teheran dan Masyhad, dan wilayah metropolitan terbesar kedua, menurut laman Independent UK.

Baca juga: Israel Serang Iran, AS Klaim Sudah Dapat Laporan tapi Tak Beri Lampu Hijau

Isfahan pertama kali berkembang di bawah kekuasaan Turki Seljuk (abad 11-12) dan kemudian di bawah dinasti Safavid Persia (abad 16-18).

Selain menjadi ibu kota regional dan provinsi yang penting, kota ini juga merupakan salah satu pusat arsitektur terpenting di dunia Islam.

Pada 1979 Maydan-e Emam di Isfahan (sebelumnya Maydan-e Shah) ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO.

Baca juga: Israel Lancarkan Serangan Balasan ke Iran, Wilayah Ini Jadi Sasaran


Isfahan sebagai kota sejarah

Sejarah Isfahan dapat ditelusuri kembali ke setidaknya era Achaemenid (559–330 SM), tepatnya dari sebuah kota bernama Gabae yang sebelumnya menempati lokasinya.

Namun sedikit yang diketahui tentang wilayah tersebut sebelum pemerintahan dinasti Sasanian (c. 224 – c. 651 M).

Pada abad ke-5 Ratu Shushan-Dukht, permaisuri Yahudi Yazdegerd I, menetap di sebuah koloni Yahudi di Yahudiyyeh (secara harfiah berarti “kota orang Yahudi”), menurut Britannica.

Baca juga: 10 Rudal Balistik dengan Jangkauan Terjauh di Dunia Beserta Negara Pemiliknya

Setelah penaklukan Arab pada 642, kota ini kemudian dikenal dengan nama daerah E?fah?n atau Isfahan, dan menjadi ibu kota provinsi Al-Jib?l.

Kemudian ketika Toghrïl Beg (penakluk Turki dan pendiri dinasti Seljuk) berkuasa, ia menjadikan Isfahan sebagai ibu kota wilayah kekuasaannya pada pertengahan abad ke-11.

Di bawah kepemimpinan cucunya yang terkenal Malik-Shah I kota ini berkembang, baik dalam luas wilayah maupun kemegahan.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Rudal Balistik? Berikut Pengertian dan Klasifikasinya

Setelah jatuhnya Dinasti Seljuk (c. 1200), perkembangan Isfahan ikut redup, sebelum akhirnya mendapatkan kembali kejayaannya pada periode ?afavid dinasti Persia (1501–1736).

Masa keemasan Isfahan dimulai pada 1598, ketika Safavid Abbas I menjadikannya sebagai ibu kotanya dan membangunnya kembali menjadi salah satu kota terbesar dan terindah di abad ke-17.

Di pusat kota ia membangun Maydan-e Shah, sebuah halaman yang sangat luas. Di ujung selatan halaman berdiri bangunan yang sangat terkenal, yakni Masjed-e Emam.

Baca juga: Menilik Sistem Pertahanan Udara Iran yang Diaktifkan Usai Mendapat Serangan Israel

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com