Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penjelasan KPI atas Penghentian Sinetron Suara Hati Istri: Zahra

Kompas.com - 06/06/2021, 19:13 WIB
Mela Arnani,
Rendika Ferri Kurniawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menghentikan sementara tayangan Sinetron Suara Hati Istri: Zahra yang disiarkan di salah satu televisi swasta nasional.

Belakangan ini, sinetron tersebut mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.

Hal ini lantaran alur cerita dan sosok pemeran Zahra, istri ketiga di sinetron tersebut masih berusia 15 tahun.

Apa alasan KPI memberhentikan sementara tayangan sinetron tersebut?

Baca juga: Ramai Sinetron Zahra Perankan Anak 15 Tahun Jadi Istri Ketiga, Ini Kata KPI

KPI minta sinetron dievaluasi

Dihubungi Kompas.com, Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo membeberkan alasan penghentian sinetron ini.

“Agar PH (production house atau rumah produksi) punya kesempatan untuk evaluasi. Banyak catatan yang disampaikan publik yang harus diperhatikan,” kata dia melalui pesan singkat, Minggu (6/5/2021).

 

Ia menambahkan, penghentian sinetron Suara Hati Istri bersifat sementara dan terdapat kemungkinan sinetron dapat kembali tayang.

“Karena sifat penghentiannya sementara, maka dimungkinkan tayang kembali,” tutur dia.

Menurutnya, setelah kasus ini, publik tetap akan memperhatikan perubahan yg dibawa oleh SHI.

“Maka, kami berharap perubahan itu bisa dilakukan secara signifikan sehingga tidak menimbulkan kritik masyarakat,” kata dia.

 

Melansir laman resmi KPI, dituliskan bahwa pihaknya telah meminta adanya evaluasi secara menyeluruh terhadap sinetron tersebut.

Sinetron itu dinilai memiliki muatan yang berpotensi melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3&SPS) KPI 2012.

Evaluasi ini mencakup jalan cerita dan kesesuaiannya dengan klasifikasi program siaran yang telah ditentukan (R), serta penggunaan artis yang masih berusia 15 tahun untuk berperan sebagai istri ketiga.

Diharapkan kasus ini menjadi pelajaran berharga, terlebih dari catatan KPI, program sinetron ini pernah mendapatkan sanksi teguran tertulis.

Baca juga: Komnas Perempuan: Penayangan Sinetron Zahra Seharusnya Dihentikan, Bukan Ganti Pemain

Stimulasi pernikahan usia dini

Sebelumnya, Komisioner Pusat KPI Bidang Kelembagaan Nuning Rodiyah menyebut peran istri yang dimainkan pemeran di bawah umur dalam sinetron Zahra, sebagai bentuk stimulasi pernikahan usia dini yang itu bertentangan dengan program Pemerintah.

"Karena lembaga penyiaran justru harus mendukung upaya Pemerintah menekan angka pernikahan di bawah usia dewasa yang masih tinggi di Indonesia," kata Nuning seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (2/6/2021).

Mengacu data penelitian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemeneg PPPA), ada sekitar 36,62 persen anak perempuan menikah untuk pertama kali pada usia 15 tahun atau kurang.

Kemudian, anak yang menikah di usia 16 tahun berjumlah 39.92 persen. Sementara 23,46 persen menikah pada usia 17 tahun.

Nuning meminta rumah produksi pembuat sinetron Zahra untuk melakukan sejumlah hal untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak. "Sinetron Zahra harus evaluasi pemeran dan muatan sinetron," ujar dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Kronologi Kecelakaan Bus di Subang, 9 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

Kronologi Kecelakaan Bus di Subang, 9 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

Tren
Warganet Pertanyakan Mengapa Aurora Tak Muncul di Langit Indonesia, Ini Penjelasan BRIN

Warganet Pertanyakan Mengapa Aurora Tak Muncul di Langit Indonesia, Ini Penjelasan BRIN

Tren
Saya Bukan Otak

Saya Bukan Otak

Tren
Pentingnya “Me Time” untuk Kesehatan Mental dan Ciri Anda Membutuhkannya

Pentingnya “Me Time” untuk Kesehatan Mental dan Ciri Anda Membutuhkannya

Tren
Bus Pariwisata Kecelakaan di Kawasan Ciater, Polisi: Ada 2 Korban Jiwa

Bus Pariwisata Kecelakaan di Kawasan Ciater, Polisi: Ada 2 Korban Jiwa

Tren
8 Misteri di Piramida Agung Giza, Ruang Tersembunyi dan Efek Suara Menakutkan

8 Misteri di Piramida Agung Giza, Ruang Tersembunyi dan Efek Suara Menakutkan

Tren
Mengenal Apa Itu Eksoplanet? Berikut Pengertian dan Jenis-jenisnya

Mengenal Apa Itu Eksoplanet? Berikut Pengertian dan Jenis-jenisnya

Tren
Indonesia U20 Akan Berlaga di Toulon Cup 2024, Ini Sejarah Turnamennya

Indonesia U20 Akan Berlaga di Toulon Cup 2024, Ini Sejarah Turnamennya

Tren
7 Efek Samping Minum Susu di Malam Hari yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

7 Efek Samping Minum Susu di Malam Hari yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

Tren
Video Viral, Pengendara Motor Kesulitan Isi BBM di SPBU 'Self Service', Bagaimana Solusinya?

Video Viral, Pengendara Motor Kesulitan Isi BBM di SPBU "Self Service", Bagaimana Solusinya?

Tren
Pedang Excalibur Berumur 1.000 Tahun Ditemukan, Diduga dari Era Kejayaan Islam di Spanyol

Pedang Excalibur Berumur 1.000 Tahun Ditemukan, Diduga dari Era Kejayaan Islam di Spanyol

Tren
Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia Sepanjang 2024 Usai Gagal Olimpiade

Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia Sepanjang 2024 Usai Gagal Olimpiade

Tren
6 Manfaat Minum Wedang Jahe Lemon Menurut Sains, Apa Saja?

6 Manfaat Minum Wedang Jahe Lemon Menurut Sains, Apa Saja?

Tren
BPJS Kesehatan: Peserta Bisa Berobat Hanya dengan Menunjukkan KTP Tanpa Tambahan Berkas Lain

BPJS Kesehatan: Peserta Bisa Berobat Hanya dengan Menunjukkan KTP Tanpa Tambahan Berkas Lain

Tren
7 Rekomendasi Olahraga untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas, Salah Satunya Angkat Beban

7 Rekomendasi Olahraga untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas, Salah Satunya Angkat Beban

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com