Kompas.com - 13/05/2021, 06:05 WIB
Perbandingan suasana Idul Fitri tahun 2019 dengan tahun 2020 yang sepi aktivitas di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Bali, Minggu (24/5/2020). Shalat Idul Fitri 1441 H di ruang publik di Bali untuk tahun ini ditiadakan dan umat Islam melakukannya di rumah masing-masing dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/foc.

ANTARA FOTO/Nyoman Hendra WibowoPerbandingan suasana Idul Fitri tahun 2019 dengan tahun 2020 yang sepi aktivitas di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Bali, Minggu (24/5/2020). Shalat Idul Fitri 1441 H di ruang publik di Bali untuk tahun ini ditiadakan dan umat Islam melakukannya di rumah masing-masing dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/foc.

KOMPAS.com - Dua kali sudah perayaan Hari Raya Idul Fitri dirayakan umat Islam di tengah pandemi Covid-19.

Momen Idul Fitri atau Lebaran biasanya dimanfaatkan untuk saling memaafkan dan berkumpul dengan keluarga.

Akan tetapi, di tengah pandemi virus corona yang melanda dunia, memaksa semua orang untuk tetap di rumah, meminimalisir pertemuan dan mobilitas, sehingga tak bisa merayakan Lebaran seperti dalam kondisi normal.

Bahkan, pemerintah telah melarang masyarakat melakukan perjalanan mudik.

Baca juga: Ketentuan Lengkap Shalat Idul Fitri dari Kemenag

Ketua PBNU bidang Pendidikan sekaligus Ketua Program Doktor Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, Hanief Saha Ghafur, memberikan refleksinya terhadap Lebaran di tengah pandemi.

Menurut dia, pandemi Covid-19 bisa jadi merupakan cara untuk mengingatkan umat Islam agar memperkuat spiritualitas ruh atau penghayatan pribadi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu bukan di ranah publik, tapi ranah privat yang sifatnya memperdalam spiritualitas," kata Hanief kepada Kompas.com, Sabtu (7/5/2021).

"Di tengah pandemi ini, seharusnya itulah yang dipertajam, yaitu beribadah dengan spiritualitas yang tinggi," lanjut dia.

Dalam Islam, beribadah memiliki tiga tingkatan atau kategori.

Pertama, orang yang beribadah tapi hanya bentuk raganya atau disebut dengan at-ta'abbud jasmani, misalnya shalat dan puasa.

Baca juga: Kapan Lebaran? Ini Jadwal Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 2021

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X