Kompas.com - 08/05/2021, 18:50 WIB
Petugas gabungan melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi pengendara saat penyekatan larangan mudik lebaran di Gerbang Tol Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). Pemerintah Jawa Barat telah menyiapkan 158 titik penyekatan yang didukung oleh petugas gabungan untuk menghalau masyarakat yang nekat mudik Idul fitri 1422 Hijriah meski tetap mengizinkan warga melakukan pergerakan antarkota penyangga selama masa larangan mudik atau dalam koridor aglomerasi.. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/hp. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBIPetugas gabungan melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi pengendara saat penyekatan larangan mudik lebaran di Gerbang Tol Pasteur, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/5/2021). Pemerintah Jawa Barat telah menyiapkan 158 titik penyekatan yang didukung oleh petugas gabungan untuk menghalau masyarakat yang nekat mudik Idul fitri 1422 Hijriah meski tetap mengizinkan warga melakukan pergerakan antarkota penyangga selama masa larangan mudik atau dalam koridor aglomerasi.. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/hp.

KOMPAS.com - Kebijakan larangan mudik resmi berlaku mulai 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021.

Sebelumnya, meski ada larangan mudik, memperbolehkan adanya mudik lokal di sejumlah wilayah.

Istilah mudik lokal ini tidak dimunculkan pemerintah, tetapi mencuat setelah adanya aturan dari Kementerian Perhubungan yang memberikan pengecualian aktivitas mudik untuk wilayah tertentu yang lokasinya berdekatan atau yang disebut dengan aglomerasi.

Baca juga: Mudik Lokal Dilarang, Ini Pengaturan Transportasi di Wilayah Aglomerasi

Simak lagi ketentuan mudik lokal di wilayah aglomerasi:

1. Ada 8 wilayah aglomerasi

Ada 8 wilayah yang mendapatkan pengecualian dari larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Sejumlah wilayah yang masuk dalam wilayah aglomerasi yakni sebagai berikut:

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Medan Raya: Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo
  • Jabodetabek: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi
  • Bandung Raya: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat
  • Semarang Raya: Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Purwodadi
  • Yogyakarta Raya: Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul
  • Solo Raya: Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen
  • Surabaya Raya: Surabaya, Gresik, Lamongan, Bangkalan, Mojokerto, dan Sidoarjo
  • Makassar Raya: Makassar, Takalar, Maros, dan Sungguminasa.

2. Mudik lokal dilarang

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menegaskan, mudik baik lokal maupun tidak, sama-sama dilarang.

"Tidak pernah ada istilah itu (mudik lokal) dari pemerintah. Dan dari awal, apa pun bentuk mudiknya tidak diperbolehkan," kata Wiku saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (7/5/2021).

Sebelumnya, ia juga mengatakan, pemerintah melarang apa pun bentuk mudik, baik lintas provinsi maupun dalam satu wilayah kabupaten/kota aglomerasi.

Pelarangan ini agar memaksimalkan upaya pencegahan transmisi virus.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X