Kompas.com - 19/04/2021, 12:22 WIB
The Alfred P. Murrah Building collapses into itself after being imploded on May 23, 1995 in Oklahoma City. Some 100 pounds of dynamite brought the building down in about 5 seconds. The April 19 explosion of a car bomb in front of the Federal building left 168 dead and 680 injured. Timothy McVeigh, convicted on first-degree murder charges for the 19 April bombing, the worst terror attack on US soil, was sentenced to death in 1997. (Photo by PAUL BUCK / AFP) AFP/PAUL BUCKThe Alfred P. Murrah Building collapses into itself after being imploded on May 23, 1995 in Oklahoma City. Some 100 pounds of dynamite brought the building down in about 5 seconds. The April 19 explosion of a car bomb in front of the Federal building left 168 dead and 680 injured. Timothy McVeigh, convicted on first-degree murder charges for the 19 April bombing, the worst terror attack on US soil, was sentenced to death in 1997. (Photo by PAUL BUCK / AFP)

KOMPAS.com - Hari ini 26 tahun lalu, tepatnya 19 April 1961, terjadi ledakan sebuah truk besar di Oklahoma, Amerika Serikat (AS).

Ledakan terjadi di luar Gedung Federal Alfred P. Murrah di Oklahoma City.

Kejadian ini menewaskan 168 orang, termasuk 19 anak-anak yang berada di pusat penitipan anak di gedung tersebut.

Tim investigasi AS menemukan bukti bahwa ledakan terjadi akibat bom yang dipasang oleh Timothy McVeigh.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Tenggelamnya Kapal Titanic

Siapakah McVeigh dan mengapa ia melekukan aksi teror bom tersebut?

Kronologi kejadian

Penampakan gedung Federal Alfred P. Murrah di Oklahoma, setelah ledakan bom pada 19 April 1995.FBI Penampakan gedung Federal Alfred P. Murrah di Oklahoma, setelah ledakan bom pada 19 April 1995.
Melansir laman resmi Biro Investigasi Federal AS (FBI), pada pagi hari, 19 April 1995, seorang mantan tentara angkatan darat dan penjaga keamanan bernama Timothy McVeigh memarkir truk Ryder sewaan di depan Gedung Federal Alfred P. Murrah yang berada di pusat kota Oklahoma City.

Di dalam truk itu ada bom yang terbuat dari campuran pupuk pertanian, bahan bakar diesel, dan bahan kimia mematikan lainnya.

McVeigh keluar, mengunci pintu, dan menuju mobil pelariannya. Dia menyalakan sekering satu waktu.

Tepat pukul 09.02, bom meledak. Dia akan melakukan pembunuhan massal.

Seketika, daerah itu tampak seperti zona perang.

Sepertiga dari gedung federal telah menjadi puing-puing. Lusinan mobil terbakar. Lebih dari 300 bangunan di dekatnya rusak dan hancur.

Upaya penyelamatan berlangsung selama dua minggu. Kejadian ini menelan banyak korban jiwa.

Sebanyak 168 orang meninggal, termasuk 19 anak-anak, dengan beberapa ratus lainnya terluka.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Letusan Gunung Tambora, Tewaskan 71.000 Jiwa dan Eropa Tanpa Musim Panas

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X