Dampak Siklon Tropis Surigae bagi Cuaca di Indonesia dan Imbauan BMKG

Kompas.com - 18/04/2021, 18:15 WIB
Siklon tropis Surigae yang berbentuk gambar hati tertangkap oleh satelit Himawari-8 pada 16 April 2021. BMKG/HimawariSiklon tropis Surigae yang berbentuk gambar hati tertangkap oleh satelit Himawari-8 pada 16 April 2021.

KOMPAS.com – Biro Cuaca Filipina mengeluarkan peringatan banjir bandang dan tanah longsor menyusul peningkatan aktivitas Siklon Tropis Surigae  yang menjadi topan super pertama di tahun 2021.

Melansir dari Bloomberg, Siklon Tropis Surigae oleh masyarakat Filipina setempat disebut dengan ‘Bising’. Siklon tersebut saat ini masuk sebagai topan dengan kategori 5 yang berada di atas Laut Filipina sebelah timur wilayah Bicol.

Baca juga: Siklon Surigae Berkembang Jadi Super Taifun, Apa Dampak ke Indonesia?

Meskipun diperkirakan tidak akan menghantam daratan, namun badai akan membawa hujan lebat dan angin kencang ke provinsi timur saat badai bergerak ke barat laut dengan kecepatan angin tertinggi 215 kilometer (134 mil) per jam dan hembusan hingga 265 kilometer per jam.

Pusat Peringatan Topan Gabungan AS telah melabeli Surigae sebagai topan super dengan angin berkelanjutan maksimal 165 knot dan hembusan hingga 200 knot.

"Mempertimbangkan ketidakpastian dalam jalur perkiraan topan, pergeseran ke arah barat dalam jalur perkiraan saat ini dapat mengakibatkan dampak yang berpotensi signifikan," kata biro cuaca Filipina

Imbauan BMKG

Terkait adanya Siklon Tropis Surigae, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan beserta dampak cuaca ekstremnya.

Dengan adanya potensi cuaca ekstrem ia menjelaskan bahwa masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pelayaran di wilayah perairan Papua bagian utara, Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

"Menghindari daerah rentan mengalami bencana seperti lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang, tepi pantai dan lainnya," ujar dia.

Selain itu pihaknya juga mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi dampak seperti banjir bandang, banjir pesisir, tanah longsor dan banjir bandang terutama di wilayah rentan.

Baca juga: BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X