Kerja Diam Penyidik KPK dan Tanda-tanda Kutukan Periode Kedua

Kompas.com - 30/11/2020, 11:19 WIB
Foto karya fotografer Kompas.com, Garry Andrew Lotulung yang viral di media sosial dan aplikasi pesan percakapan, mengabadikan momen seorang pemuda yang diketahui berinisial LA saat aksi pelajar di belakang Gedung DPR/MPR, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (25/9/2019) lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGFoto karya fotografer Kompas.com, Garry Andrew Lotulung yang viral di media sosial dan aplikasi pesan percakapan, mengabadikan momen seorang pemuda yang diketahui berinisial LA saat aksi pelajar di belakang Gedung DPR/MPR, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (25/9/2019) lalu.

KOMPAS.com - Hai apa kabar? November berganti Desember. Waktu berjalan dengan irama seperti sebelum-sebelumnya. Meskipun berjalan maju, kerap saya merasakan waktu seperti berulang juga.

Bagaimana rasa-merasamu soal waktu? Apakah maju? Apakah berulang seperti kerap saya rasakan? Jika merasakan waktu itu berulang, sebenarnya tidak ada maju, tidak ada mundur. Berputar-putar saja.

Rasa-merasa saya soal waktu ini diperkuat dengan apa yang terjadi minggu lalu. Kita tidak maju. Kita tidak mudur. Kita berputar-putar di persoalan yang sama dari hari ke hari.

Entah kabar gembira atau kabar buruk mendapati berita Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Kabar gembira bagi mereka yang selama ini menganggap KPK tidak berdaya di era revisi UU KPK dengan Ketua KPK Firli Bahuri. KPK ternyata masih bisa diharapkan di tengah kekecewaan yang tinggi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020). KPK menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka setelah ditangkap di Bandara Soekarno Hatta terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor benih lobster. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.ANTARAFOTO/INDRIANTO EKO SUWARSO Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11/2020). KPK menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka setelah ditangkap di Bandara Soekarno Hatta terkait dugaan korupsi penetapan izin ekspor benih lobster. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww.
Kabar buruk bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua, khususnya bagi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan gerombolan yang terlibat dalam kasus korupsi ini.

Begitu mudahnya kejahatan ini terungkap dan pengungkapnnya membuat malu dan semoga membuat jeri serta jera. Kenapa semoga? Karena kasus demi kasus korupsi berulang tanpa efek jeri serta jera bagi penerusnya.

Bravo untuk kerja-kerja hening para penyidik KPK. Mereka bekerja di tengah minimnya kebanggaan kita pada kerja-kerja lembaga negara dan meluasnya dorongan untuk melupakan peran-peran baik negara.

Edhy Prabowo yang merupakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ditetapkan sebagai tersangka kasus suap izin tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya.

Selain Edhy, enam orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk di antaranya staf khusus Menteri KKP. Edhy diduga menerima suap Rp 3,4 miliar dan 100.000 dollar AS terkait izin ekspor lobster.

Saat penangkapan, Edhy, istri dan rombongan baru tiba di Tanah Air dari perjalanan ke Amerika Serikat. Bersama Edhy disita barang-barang belanjaan senilai Rp 750 juta di antaranya sepeda balap, sepatu, tas, jam tangan dan koper.

Kabar buruk untuk pemerintah ini bisa jadi pintu masuk memberi kabar baik ke rakyat jika tindakan cekatan, tepat dan memenuhi harapan rakyat dilakukan. Ajaibnya, hal ini tidak dilakukan.

Jelas-jelas tertangkap tangan dan dinyatakan sebagai tersangka kasus suap, Edhy malah mendapat puja dan puji.

Puja dan puji itu terlontar dari pejabat serba bisa dalam segala cuaca yang ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Menteri KKP ad interim Luhut Binsar Panjaitan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panduan Naik KRL Jogja-Solo, dari Cara Bayar hingga Larangannya

Panduan Naik KRL Jogja-Solo, dari Cara Bayar hingga Larangannya

Tren
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 Februari, Ingat Lagi Aturan Pembatasannya

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 Februari, Ingat Lagi Aturan Pembatasannya

Tren
Aktivitas Gempa Meningkat pada Januari 2021, Simak Analisis BMKG

Aktivitas Gempa Meningkat pada Januari 2021, Simak Analisis BMKG

Tren
Apa Itu Xenophobia dan Bagaimana Mengatasinya?

Apa Itu Xenophobia dan Bagaimana Mengatasinya?

Tren
Hari Peluk Diperingati Setiap 21 Januari, Bagaimana Sejarahnya?

Hari Peluk Diperingati Setiap 21 Januari, Bagaimana Sejarahnya?

Tren
Update Terkini Vaksinasi Covid-19 di Sejumlah Daerah

Update Terkini Vaksinasi Covid-19 di Sejumlah Daerah

Tren
Simak, Ini Penjelasan Mengenai Puting Beliung dan Waterspout...

Simak, Ini Penjelasan Mengenai Puting Beliung dan Waterspout...

Tren
4 Daerah Berikut Laporkan Penuhnya Ruang Perawatan Pasien Covid-19, Mana Saja?

4 Daerah Berikut Laporkan Penuhnya Ruang Perawatan Pasien Covid-19, Mana Saja?

Tren
Viral Video Pohon Berasap di Kota Bandung, Bagaimana Ceritanya?

Viral Video Pohon Berasap di Kota Bandung, Bagaimana Ceritanya?

Tren
Berikut Negara-negara yang Menyetujui Penggunaan Vaksin Sinovac untuk Lawan Covid-19, Mana Saja?

Berikut Negara-negara yang Menyetujui Penggunaan Vaksin Sinovac untuk Lawan Covid-19, Mana Saja?

Tren
Daftar 108 Daerah Berstatus Zona Merah Covid-19 di Indonesia, Jawa Tengah Masih Tertinggi

Daftar 108 Daerah Berstatus Zona Merah Covid-19 di Indonesia, Jawa Tengah Masih Tertinggi

Tren
60 Negara Melaporkan Strain Baru Virus Corona Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

60 Negara Melaporkan Strain Baru Virus Corona Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

Tren
Update Corona di Dunia 21 Januari 2021: 97,2 Juta Kasus, 2,08 Juta Orang Meninggal | Rekor Kasus Covid-19 Harian dan Kematian di Portugal

Update Corona di Dunia 21 Januari 2021: 97,2 Juta Kasus, 2,08 Juta Orang Meninggal | Rekor Kasus Covid-19 Harian dan Kematian di Portugal

Tren
Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ini Cara Selamatkan Diri Menurut BNPB

Puting Beliung di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ini Cara Selamatkan Diri Menurut BNPB

Tren
Ramai soal Waterspout di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Apa Penyebabnya?

Ramai soal Waterspout di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Apa Penyebabnya?

Tren
komentar
Close Ads X