Diperpanjang Lagi, Berikut Aturan PSBB Transisi Jakarta yang Harus Ditaati

Kompas.com - 23/11/2020, 11:55 WIB
Sejumlah calon penumpang berjalan di peron menuju rangkaian kereta rel listrik (KRL) Commuterline di Stasiun KA Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (19/10/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) kembali mengoperasikan jadwal KRL Commuterline secara normal seperti sebelum pandemi Covid-19 mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB atau sebanyak 993 perjalanan dengan 91 rangkaian kereta setelah adanya perubahan pada beberapa bulan terakhir akibat pemberlakuan PSBB di Jabodetabek. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRASejumlah calon penumpang berjalan di peron menuju rangkaian kereta rel listrik (KRL) Commuterline di Stasiun KA Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (19/10/2020). PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) kembali mengoperasikan jadwal KRL Commuterline secara normal seperti sebelum pandemi Covid-19 mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB atau sebanyak 993 perjalanan dengan 91 rangkaian kereta setelah adanya perubahan pada beberapa bulan terakhir akibat pemberlakuan PSBB di Jabodetabek.

KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Hal tersebut tertuang dalam, Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1.100 Tahun 2020.

Diberitakan Kompas.com, Minggu (22/11/2020), PSBB Transisi kali ini akan berlaku hingga 2 pekan ke depan, yakni Senin (23/11/2020) hingga 6 Desember 2020.

Untuk itu, ingat dan taati semua protokol kesehatan dan aturan yang diberlakukan pada PSBB Transisi.

Berikut ini adalah aturan PSBB transisi di DKI Jakarta yang perlu diketahui:

Sekolah

Seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah belum diperbolehkan untuk digelar secara tatap muka. Dengan begitu, proses ini masih akan dilakukan dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Baca juga: Anies Kembali Perpanjang PSBB Transisi hingga 6 Desember 2020

Perkantoran

Gedung perkantoran yang bisnisnya bergerak di sektor esensial diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas sesuai kebutuhan.

Terdapat 11 sektor bisnis yang dianggap esensial, yakni sektor kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, dan/atau kebutuhan sehari-hari.

Di luar sektor-sektor itu, area perkantoran hanya diperbolehkan buka dengan maksimal 50 persen kapasitas normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Perusahaan juga diminta memberlakukan sistem kerja shifting, dengan jeda waktu 3 jam di setiap pergantian shift.

Kantor juga harus mendata setiap pengunjung yang datang guna mempermudah pelacakan jika dikemudian hari ditemukan kasus infeksi. Data yang dicatat meliputi nama, NIK, nomor ponsel, dan waktu kedatangan.

Baca juga: Sepekan Setelah Kerumunan Rizieq Shihab, Jumlah Kasus Covid-19 di Jakarta Meningkat

Restoran

Masyarakat diizinkan makan di restoran atau kafe dengan catatan harus menerapkan 3M (memakai masker kecuali saat makan, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun).

Pihak restoran atau kafe juga harus mematuhi kapasitas maksimum 50 persen yang ditetapkan.

Pesta pernikahan

Pesta yang digelar di dalam ruangan boleh digelar, dengan catatan maksimal pengunjung adalah 25 persen dari kapasitas normal ruangan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X