Heboh Meteorit Diklaim Berharga Miliaran Rupiah, Ini Kata Lapan

Kompas.com - 20/11/2020, 18:38 WIB
Josua Hutagalung (33), menunjukkan bongkahan batu yang diduganya benda langit (meteor) yang jatuh menimpa kediamannya di Dusun Sitahan Barat, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (1/8/2020). handoutJosua Hutagalung (33), menunjukkan bongkahan batu yang diduganya benda langit (meteor) yang jatuh menimpa kediamannya di Dusun Sitahan Barat, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (1/8/2020).

KOMPAS.com - Beberapa hari terakhir, salah satu yang menjadi perhatian publik adalah batu meteorit yang jatuh di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dan diklaim laku dijual dengan harga tinggi. Ada yang menyebut laku Rp 200 juta, hingga ditawar miliaran rupiah.

Batu meteorit itu jatuh di atas rumah Josua Hutagalung (33) yang berlokasi di Dusun Sitahan Barat, Desa Satahi Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada 1 Agustus 2020.

Apakah batu meteorit memang istimewa sehingga laku dijual dengan harga tinggi?

Peneliti dari Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Andi Pangerang mengatakan, dari sisi sains, meteorit tersebut tidak istimewa.

"Secara sains tidak istimewa. Singkat kata, meteorit atau benda jatuh alamiah bukanlah benda yang berbahaya, lintasannya sulit diprediksi, tidak terdapat nilai ilmiah ataupun mengancam keamanan dan keselamatan," kata Andi kepada Kompas.com, Jumat (20/11/2020).

Oleh karena itu, lanjut dia, Lapan tidak menindaklanjuti temuan tersebut dan batu meteor itu dapat dimiliki oleh penemunya.

"Tidak masalah jika dimiliki secara pribadi atau dikomersialisasikan. Sehingga apabila dibeli ataupun dijual sangat mahal, bukan ranah kami lagi," ujar dia.

Baca juga: Harga Jual Batu yang Diduga Meteor Rp 26 Miliar, Ini Penjelasan Astronom

Istimewa jika berukuran besar

Menurut Andi, batu meteorit istimewa jika ukurannya relatif besar (>300 m) dan mengancam keamanan serta keselamatan masyarakat.

Sementara, batu meteorit yang ditemukan Josua seberat 1,7 kilogram dan ukurannya tidak terlalu besar.

Jika menemukan meteorit yang besar, masyarakat dapat melaporkannya kepada Lapan melalui berbagai platform, misalnya surat elektronik atau media sosial.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Foto Wajah Bengkak karena Makeup Expired, Ini Kisahnya dan Penjelasan Dokter

Viral Foto Wajah Bengkak karena Makeup Expired, Ini Kisahnya dan Penjelasan Dokter

Tren
FaceApp Viral di Tiktok Bisa Ubah Wajah, Apakah Aman Digunakan?

FaceApp Viral di Tiktok Bisa Ubah Wajah, Apakah Aman Digunakan?

Tren
Viral, Video Detik-detik Bus di Temanggung Terguling Setelah Hindari Pengendara Sepeda Motor

Viral, Video Detik-detik Bus di Temanggung Terguling Setelah Hindari Pengendara Sepeda Motor

Tren
4 Poin Penting soal Jaminan Kehilangan Pekerjaan, dari Penerima hingga Manfaatnya

4 Poin Penting soal Jaminan Kehilangan Pekerjaan, dari Penerima hingga Manfaatnya

Tren
Ramai Twit Viral Kristen Gray soal Bali, Ditjen Imigrasi: Dia Punya Izin Tinggal

Ramai Twit Viral Kristen Gray soal Bali, Ditjen Imigrasi: Dia Punya Izin Tinggal

Tren
[HOAKS] Mamuju Harus Dikosongkan karena Akan Ada Gempa Lebih Besar dan Tsunami

[HOAKS] Mamuju Harus Dikosongkan karena Akan Ada Gempa Lebih Besar dan Tsunami

Tren
BLT Subsidi Gaji Tidak Tersalurkan 100 Persen, Ini Kendala dan Kabar Penyaluran Tahun 2021

BLT Subsidi Gaji Tidak Tersalurkan 100 Persen, Ini Kendala dan Kabar Penyaluran Tahun 2021

Tren
Vaksinasi Covid-19, Harapan, dan Pijakan Kaki

Vaksinasi Covid-19, Harapan, dan Pijakan Kaki

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Gayus Tambunan Divonis 7 Tahun Penjara

Hari Ini dalam Sejarah: Gayus Tambunan Divonis 7 Tahun Penjara

Tren
Update Covid-19 di Dunia 19 Januari: 95 Juta Kasus | WHO: Dunia di Ambang 'Bencana Moral'

Update Covid-19 di Dunia 19 Januari: 95 Juta Kasus | WHO: Dunia di Ambang "Bencana Moral"

Tren
Terjadi Bencana di Sulbar dan Kalsel, Bagaimana Program Vaksinasi di Sana?

Terjadi Bencana di Sulbar dan Kalsel, Bagaimana Program Vaksinasi di Sana?

Tren
Berhati-hatilah di Saat Pegang Palu Kekuasaan

Berhati-hatilah di Saat Pegang Palu Kekuasaan

Tren
Menurut WHO, Ini 3 Alasan Penting Mengetahui Asal-Usul Virus Corona

Menurut WHO, Ini 3 Alasan Penting Mengetahui Asal-Usul Virus Corona

Tren
Penting Disimak, Ini yang Perlu Disiapkan Jika Terjadi Bencana Alam

Penting Disimak, Ini yang Perlu Disiapkan Jika Terjadi Bencana Alam

Tren
[POPULER TREN] Kronologi Tagihan Listrik Rp 68 Juta | Twit Viral Kristen Gray Ajak Turis ke Bali Saat Pandemi

[POPULER TREN] Kronologi Tagihan Listrik Rp 68 Juta | Twit Viral Kristen Gray Ajak Turis ke Bali Saat Pandemi

Tren
komentar
Close Ads X