Update Terkini dan Mengenal Tipe-tipe Erupsi Gunung Merapi

Kompas.com - 20/11/2020, 13:21 WIB
Gunung Merapi di Jawa Tengah mengalami erupsi dan memuntahkan asap dengan tinggi kolom mencapai 5.000 meter dari puncak pada Jumat (27/3/2020). ANTARA/HO/BPPTKG/pri. antaranewsGunung Merapi di Jawa Tengah mengalami erupsi dan memuntahkan asap dengan tinggi kolom mencapai 5.000 meter dari puncak pada Jumat (27/3/2020). ANTARA/HO/BPPTKG/pri.

KOMPAS.com - Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menaikkan status Gunung Merapi dari level Waspada ke Siaga (level III) pada Kamis (5/11/2020).

Berdasarkan evaluasi data pemantauan, disimpulkan aktivitas vulkanik saat ini dapat berlanjut ke aktivitas yang membahayakan penduduk.

Setelah dua minggu berstatus siaga, bagaimana kondisi terkini Gunung Merapi?

Kepala Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida menjelaskan, dua minggu pasca kenaikan status Gunung Merapi, perkembangannya masih terus menunjukkan peningkatan aktivitas.

BPPTKG juga terus memantau untuk selanjutnya menyampaikan perkembangan Gunung Merapi kepada masyarakat.

"Ya ini masih terus ada peningkatan aktivitas. Dari semua pemantauan, baik seismik, deformasi, kimia, visual, masih terus menunjukkan peningkatan," kata Hanik saat dihubungi Kompas.com, Jumat (20/11/2020) siang.

Baca juga: Link CCTV untuk Memantau Gunung Merapi dan Nomor Telepon Penting

Hanik menjelaskan, apabila Merapi erupsi, maka kemungkinan akan mengikuti pola erupsi pada 2006. Saat itu, tipe erupsinya efusif atau tipe Merapi.

Dalam erupsi tipe Merapi, magma dari dalam tubuh gunung api keluar secara efusif atau tanpa disertai ledakan, lalu membentuk kubah lava.

"Data sampai saat ini menunjukkan, jika Merapi erupsi akan efusif, namun akan disertai eksplosif. Tetapi ya kita tunggu saja, ya. Ini hanya perkiraan kita," ujar Hanik.

"Jadi kami perkirakan letusannya tidak akan sama atau melebihi 2010. Tidak akan seperti 2010, letusan seperti itu pasti jarak waktunya akan lama. Sebelum 2010, terakhir terjadi itu 130 tahun yang lalu, sekitar 1872," kata dia.

Baca juga: Ramai soal Candi Borobudur Ditutup Terpal Antisipasi Erupsi Merapi, Pengunjung Masih Boleh Masuk?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X