10 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Penderita Diabetes

Kompas.com - 15/11/2020, 17:35 WIB
ilustrasi diabetes simpson33ilustrasi diabetes

KOMPAS.com - Diabetes merupakan penyakit kronis yang telah mencapai proporsi epidemi di antara orang dewasa dan anak-anak di seluruh dunia.

Diabetes yang tidak terkontrol dapat berdampak pada berbagai komplikasi, termasuk penyakit jantung, ginjal, kebutaan, dan lainnya.

Harus diperhatikan, makanan tertentu dapat meningkatkan gula darah, kadar insulin, dan meningkatkan peradangan yang dapat meningkatkan risiko penyakit.

Karbohidrat, protein, dan lemak menjadi makronutrien yang memberi energi pada tubuh. Sejauh ini, karbohidrat mempunyai efek terbesar pada gula darah.

Baca juga: Studi Baru: Penderita Diabetes Tipe 1 Mungkin Lebih Berisiko Alami Keparahan Covid-19

Saat penderita diabetes mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat dalam satu waktu, kadar gula darah bisa meningkat dan dapat berbahaya.

Seiring waktu, kadar gula darah yang tinggi dapat merusak saraf tubuh dan pembuluh darah, memicu penyakit jantung, ginjal, dan kondisi kesehatan serius lainnya.

Mempertahankan asupan rendah karbohidrat dapat membantu mencegah lonjakan gula darah dan sangat mengurangi risiko komplikasi diabetes.

Makanan dan minuman yang harus dihindari

Berikut sejumlah makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari penderita diabetes dilansir dari Healthline (15/11/2020).

1. Minuman dengan campuran pemanis

Minuman manis merupakan minuman terburuk bagi penderita diabetes.

Minuman manis, seperti soda, sangat tinggi karbohidrat dan sarat dengan fruktosa, yang berkaitan dengan resistensi insulin. 

Dalam 1 kaleng kola mengandung sedikitnya 38,5 gram kandungan karbohidrat, sedangkan segelas es teh manis tidak kalah tinggi kandungan gulanya, yakni 45 gram karbohidrat.

Penelitian menunjukkan, mengonsumsi minuman dengan campuran pemanis dapat meningkatkan risiko kondisi terkait diabetes. 

Baca juga: Waspada, Diabetes Tak Hanya Mengancam yang Punya Riwayat Keturunan

2. Lemak trans

Lemak trans dapat ditemukan dalam margarin, selai kacang, selai, krim, dan makanan yang beku.

Lemak yang dibuat dengan menambahkan hidrogen ke asam lemak tak jenuh sangat tidak sehat.

Meskipun lemak trans tidak secara langsung meningkatkan kadar gula darah, ini dikaitkan dengan peningkatan peradangan, resistensi insulin, lemak perut, dan menurunkan kadar kolesterol HDL dan gangguan fungsi arteri,

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang hubungan antara lemak trans dan resistensi insulin.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X