Ramai soal Hangusnya Deposito Rp 5,4 Miliar, Mungkinkah Kedaluarsa?

Kompas.com - 27/10/2020, 13:35 WIB
Ilustrasi BCA. SHUTTERSTOCKIlustrasi BCA.

KOMPAS.com - Kasus gugatan nasabah ke Bank Central Asia (BCA) Tbk terkait dugaan hangusnya uang deposito Rp 5,4 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur baru-baru ini ramai.

Nasabah itu bernama Anna  Suryanti yang telah membuka deposito di BCA sejak 1988 dengan sejumlah nama yang berbeda.

Uang yang ia masukkan ke dalam deposito direncakan untuk masa depan dan investasi bagi anak-anaknya.

Baca juga: Gugatan Nasabah, Klaim Rp 5,4 Miliar, dan Mengenal Apa Itu Deposito...

Namun, sebagaimana diberitakan Kompas.com (26/10/2020), ketika ia hendak mencairkan deposito miliknya yang diklaim mencapai Rp 5,4 miliar tersebut, uang itu tidak cair dan ia menyebut kedaluarsa.

Atas kejadian itu, Anna menggugat BCA dan beberapa pihak lain melalui Pengadilan Negeri Surabaya.

Sementara itu, Executive Vice President Secretariat and Corporate Communication BCA, Hera F Haryn membantah ada deposito nasabahnya yang hangus.

Menurutnya, tuduhan penggugat tidak berdasar, karena deposito tersebut telah lama dicairkan. 

Baca juga: BCA Buka 4 Posisi Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Berminat?

Lantas, bisakah deposito yang tersimpan di bank hangus atau kedaluarsa?

Menanggapi hal itu, perencana keuangan dari Zelts Consulting Ahmad Gozali melihat adanya sejumlah kemungkinan dalam kasus tersebut.

Misalnya dugaan terkait sudah dicairkannya deposito tersebut, meski tanpa bilyet, bukti kepemilikan deposito.

"Bisa saja bilyet depositonya hilang, lalu nasabah minta dicairkan dengan membawa laporan kehilangan dari kepolisian dan bawa identitas, sehingga dana sudah cair. Lalu sekarang bilyetnya sudah ditemukan, dan nasabah melakukan klaim kembali," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (27/10/2020).

Baca juga: Demi Masa Depan, Lebih Baik Menabung atau Investasi?

Dugaannya mengarah pada kemungkinan itu, karena deposito tidak mungkin hangus atau kedaluarsa.

"Tidak ada istilah deposito kedaluarsa ya, karena biasanya ketika deposito jatuh tempo maka akan otomatis cair dan dananya masuk ke rekening tabungan," katanya lagi.

Jatuh tempo pada deposito, imbuhnya bisa juga diperpanjang dengan mengaturnya sejak awal yakni dengan mengaktifkan fitur ARO atau Automatic Roll Over.

Baca juga: Mengenal Magawa, Tikus yang Berhasil Memenangkan Medali Emas

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X