Apa Itu "Swiss Cheese Model" dan Bagaimana Bisa Cegah Penyebaran Covid-19?

Kompas.com - 26/10/2020, 10:11 WIB
Carola Pessina (kiri) bermain tenis dengan Vittoria Oliveri di atas atap rumah mereka di Finale Ligure, wilayah Liguria, Italia, selama diberlakukan karantina nasional (lockdown), Minggu (19/4/2020). Rasa jenuh selama masa karantina pencegahan virus corona, menjadikan area atap rumah atau apartemen banyak difungsikan warga sebagai alternatif lokasi berkegiatan. AFP/MARCO BERTORELLOCarola Pessina (kiri) bermain tenis dengan Vittoria Oliveri di atas atap rumah mereka di Finale Ligure, wilayah Liguria, Italia, selama diberlakukan karantina nasional (lockdown), Minggu (19/4/2020). Rasa jenuh selama masa karantina pencegahan virus corona, menjadikan area atap rumah atau apartemen banyak difungsikan warga sebagai alternatif lokasi berkegiatan.

Kondisi ini menggambarkan kemungkinan penularan virus menurun atau bahkan terhenti.

Beberapa virus mungkin dapat lewat melalui lubang keju tersebut, tetapi kemungkinannya lebih rendah jika setiap lapisan tersusun dengan baik.

"Keindahan dari model ini adalah bahwa ia memperlihatkan kekuatan dan kelemahan dari tiap-tiap intervensi," kata Epidemiolog Pengendalian Infeksi dan Asisten Profesor di University of Toronto, Colin Furness.

Menurut dia, model ini menunjukkan bahwa jika variasi intervensi dilakukan, harus disusun dan dijalankan bersama agar efektif.

Baca juga: Sederet Studi Terbaru tentang Virus Corona

Adaptasi untuk Covid-19

Swiss Cheese Model sendiri sudah ada sejak lama. Pemodelan ini pertama kali dibuat pada 1990 oleh seorang Profesor di Manchester University, James Reason.

Saat ini, pemodelan tersebut telah digunakan secara luas dalam berbagai bidang, mulai dari perawatan kesehatan, manajemen risiko, teknik, hingga penerbangan.

Adapun Swiss Cheese Model untuk pencegahan penyebaran virus corona diadaptasi oleh seorang Virolog Australia, Ian M. Mackay.

Ia mengunggah adaptasi pemodelan tersebut melalui akun Twitter-nya, @MackayIM

Dalam adaptasi pemodelan terbarunya (versi 3) yang diunggah Sabtu (24/10/2020), ada 10 lapisan yang dikombinasikan sebagai pertahanan terhadap pandemi virus pernapasan tersebut.

Sebanyak 10 lapisan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab yang terbagi-bagi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X