Jakob Oetama dan Kiprahnya dalam Organisasi Wartawan Indonesia

Kompas.com - 09/09/2020, 18:45 WIB
[ARSIP] Portrait foto Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULU[ARSIP] Portrait foto Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (27/9/2016). Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama (88) meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (9/9/2020).

KOMPAS.com - Hari ini, Rabu (9/9/2020) salah satu dari dua pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama meninggal dunia, menyusul rekannya, PK Ojong yang meninggal lebih dulu di tahun 1980.

Kabar duka ini datang siang tadi sekira pukul 13.05 WIB dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Jakob Oetama meninggal karena mengalami gangguan multiorgan yang diperparah dengan usia yang sudah lanjut, yaitu 88 tahun. 

Dikenal sebagai guru, wartawan, dan juga pengusaha, JO, panggilan Jakob Oetama, telah menorehkan banyak karya dan hasil buah pikir semasa hidupnya.

Baca juga: Dari Bentara Budaya hingga Pasar Yakopan, Kontribusi Jakob Oetama untuk Kesenian dan Kebudayaan Yogyakarta

Sekjen PWI pada 1965

Di dunia jurnalistik, selain menjadi wartawan dan pimpinan tertinggi dari Harian Kompas, JO juga sempat menjabat sebagai pengurus pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Berdasarkan arsip pemberitaan Litbang Kompas, Jakob Oetama pertama kali dipilih menjadi pengurus pusat PWI pada tahun 1965.

Berdasarkan Kongres PWI ke-12, JO dipilih untuk menempati posisi Sekretaris Jenderal PWI (1965-1968).

Selama menjabat sebagai Sekjen PWI, JO sempat ditunjuk menjadi anggota panitia khusus bentukan PWI yang ditugaskan mempelajari RUU Pokok Pers ketika itu, akhir November 1965.

Selain itu, ia juga dipercaya menjadi anggota dari tim koordinasi Pembinaan Media Massa di tahun berikutnya.

Pertengahan tahun 1966, medio Mei, JO bersama Ketua I PWI, Jusuf Sirath pergi ke Berlin, Jerman selama 3 minggu memenuhi undangan pemerintah setempat untuk menghadiri seminar Federasi Wartawan Internasional.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyelamatkan Alam dan Manusia dari Musibah

Menyelamatkan Alam dan Manusia dari Musibah

Tren
[HOAKS] Kebijakan Baru Facebook soal Privasi Penggunanya

[HOAKS] Kebijakan Baru Facebook soal Privasi Penggunanya

Tren
Kasus Kristen Gray dan Fenomena Deportasi Ribuan WNA sejak 1974...

Kasus Kristen Gray dan Fenomena Deportasi Ribuan WNA sejak 1974...

Tren
[HOAKS] Vaksin Sinovac di Indonesia Dipasangi Chip untuk Memantau Rakyat

[HOAKS] Vaksin Sinovac di Indonesia Dipasangi Chip untuk Memantau Rakyat

Tren
Kilas Balik Kasus Antam yang Dihukum Bayar Kerugian Rp 817,4 Miliar ke Warga Surabaya...

Kilas Balik Kasus Antam yang Dihukum Bayar Kerugian Rp 817,4 Miliar ke Warga Surabaya...

Tren
Update Corona di Dunia 20 Januari: 96 Juta Kasus | Program Vaksinasi Covid-19 di Palestina dengan Sputnik | 400.000 Kematian di AS

Update Corona di Dunia 20 Januari: 96 Juta Kasus | Program Vaksinasi Covid-19 di Palestina dengan Sputnik | 400.000 Kematian di AS

Tren
Update Gempa Magnitudo 5,0 di Gunungkidul, Penyebab, hingga Wilayah yang Merasakan Guncangan...

Update Gempa Magnitudo 5,0 di Gunungkidul, Penyebab, hingga Wilayah yang Merasakan Guncangan...

Tren
Perubahan Tata Kota, Izin Lahan, dan Maraknya Banjir di Indonesia...

Perubahan Tata Kota, Izin Lahan, dan Maraknya Banjir di Indonesia...

Tren
Ramai Dibahas karena Twit Viral Kristen Gray, Apa Itu Gentrifikasi?

Ramai Dibahas karena Twit Viral Kristen Gray, Apa Itu Gentrifikasi?

Tren
Banjir di Indonesia, Benarkah karena Curah Hujan dan Cuaca Ekstrem?

Banjir di Indonesia, Benarkah karena Curah Hujan dan Cuaca Ekstrem?

Tren
4 Bahan Kandungan dalam Skincare, Manfaat dan Cara Kerjanya

4 Bahan Kandungan dalam Skincare, Manfaat dan Cara Kerjanya

Tren
Bahaya Rapid Antigen Mandiri, dari Hasil Tak Akurat hingga Pendarahan

Bahaya Rapid Antigen Mandiri, dari Hasil Tak Akurat hingga Pendarahan

Tren
[POPULER TREN] 6 Gejala dan Tanda Covid-19 Mulai Mempengaruhi Kesehatan Jantung | Mengenal Sosok Kristen Gray

[POPULER TREN] 6 Gejala dan Tanda Covid-19 Mulai Mempengaruhi Kesehatan Jantung | Mengenal Sosok Kristen Gray

Tren
[Klarifikasi] Video Perenang Dikejar Buaya Bernarasi Bahasa Indonesia

[Klarifikasi] Video Perenang Dikejar Buaya Bernarasi Bahasa Indonesia

Tren
10 Negara dengan Paspor Terkuat dan Terlemah di Dunia 2021

10 Negara dengan Paspor Terkuat dan Terlemah di Dunia 2021

Tren
komentar
Close Ads X