Daftar Klaster Besar Penularan Virus Corona di Indonesia

Kompas.com - 30/08/2020, 17:02 WIB
Mural yang dibuat oleh petugas prasarana dan sarana umum (PPSU)  bertemakan kewaspadaan virus Corona atau Covid-19 terlihat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2020). Mural tersebut memperlihatkan petugas medis membawa sebuah peti yang mengingatkan warga agar selalu waspada dengan Covid-19 dan mencegahnya dengan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGMural yang dibuat oleh petugas prasarana dan sarana umum (PPSU) bertemakan kewaspadaan virus Corona atau Covid-19 terlihat di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2020). Mural tersebut memperlihatkan petugas medis membawa sebuah peti yang mengingatkan warga agar selalu waspada dengan Covid-19 dan mencegahnya dengan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan).

KOMPAS.com - Hingga Minggu (30/8/2020), Indonesia telah mencatat 172.053 kasus positif infeksi virus corona sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

Dari jumlah itu, 124.185 orang dinyatakan sembuh dan 7.343 orang meninggal dunia.

DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah menjadi wilayah dengan kasus terbesar Covid-19.

Tingginya kasus tersebut ditengarai karena banyaknya klaster penularan yang muncul. Selama hampir 6 bulan ini, ada sejumlah klaster yang mencatatkan tingginya angka penularan.

Berikut sederet klaster besar penularan Covid-19 yang pernah terjadi di Indonesia:

Klaster Secapa AD Bandung

Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang berasal dari klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa) Angkatan Darat (AD) Bandung, Jawa Barat, berkurang 126 orang pada Senin (27/7/2020).TNI AD Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang berasal dari klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa) Angkatan Darat (AD) Bandung, Jawa Barat, berkurang 126 orang pada Senin (27/7/2020).

Salah satu klaster besar penularan Covid-19 yang pernah terjadi di Indonesia adalah Klaster Secapa AD.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkonfirmasi, ada 1.308 orang di Secapa AD yang positif Covid-19.

Lebih dari 1.300 orang itu terdiri dari 991 perwira siswa, dan 289 staf atau anggota, serta keluarga dari Secapa AD.

Kepala Staf Angkatan Darat, Jendral TNI Andika Perkasa menjelaskan, kasus Covid-19 di Secapa AD ditemukan dari ketidaksengajaan, yakni ketika dua perwira Secapa AD berobat di Rumah Sakit Dustira, Cimahi.

Satu perwira siswa memiliki keluhan karena bisul, demam karena ada infeksi dan satu lagi masalah tulang belakang.

Hari itu juga, Andika mengirimkan alat rapid test dari Jakarta agar seluruh siswa Secapa AD diperiksa.

Kabar baiknya, pada Sabtu (15/8/2020), Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Nefra Firdaus mengumumkan bahwa seluruh pasien Covid-19 di Secapa AD telah dinyatakan sembuh.

"Jadi dari total 1.308 pasien positif Covid-19 di Secapa AD, pada hari ini tidak ada lagi yang positif. Semuanya sudah sembuh," kata Nefra.

Baca juga: Semua Pasien Covid-19 dari Secapa AD Dinyatakan Sembuh

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X