Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Soal Vaksin Virus Corona Rusia, Berikut Fakta yang Diketahui Sejauh Ini

Kompas.com - 12/08/2020, 19:17 WIB
Vina Fadhrotul Mukaromah,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Rusia menjadi negara pertama yang mendeklarasikan temuan vaksin virus corona, yang siap digunakan untuk ribuan warganya.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut bahwa vaksin virus corona dari Rusia ini "efisien" dan membentuk "imunitas yang stabil".

Namun, para ilmuwan di dunia mengungkapkan perhatiannya soal kurangnya data yang dipublikasikan tentang seberapa aman dan seberapa baik vaksin ini bekerja.

Sejauh ini, berikut adalah sejumlah hal yang perlu diketahui soal vaksin yang diberi nama "Sputnik V" ini:

Pengembangan vaksin

Melansir The Moscow Times, Selasa (11/8/2020), vaksin ini dikembangkan oleh Institut Penelitian Gamaleya di Moskow, yang berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan Rusia dan Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF).

RDIF dan partnernya telah melakukan investasi sebanyak 4 miliar rubel atau sekitar Rp 800 miliar. 

Vaksin ini diketahui telah menjalani dua fase uji coba pada Juni dan Juli. Uji coba pertama melibatkan 38 relawan sipil dan 28 relawan militer. 

Baca juga: Vaksin Corona Rusia Siap Diimunisasikan, Ilmuwan Ragukan Keamanannya

Sementara, uji coba yang kedua melibatkan 100 orang.

Uji coba ketiga, yang akan melibatkan ribuan peserta akan segera dimulai. Tahap ini akan dilaksanakan di sejumlah negara termasuk Arab Saudi, Uni Arab Emirat, dan Filipina.

Namun demikian, berdasarkan tinjauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada daftar 31 Juli, vaksin ini masih berada pada Fase 1.

Cara kerja dan keamanan

Vaksin ini disebut sebagai vaksin vektor virus, yang berarti menggunakan virus lain untuk mengirimkan sebagian kecil patogen dan menstimulasi respons kekebaran.

Adapun isi vaksin adalah larutan injeksi berdasarkan adenovirus, flu biasa. 

CanSino China juga tengah mengembangkan teknologi serupa dengan prototip vaksin virus corona miliknya.

Pengembang menyebut Sputnik V aman untuk digunakan. Pada hari Selasa (11/8/2020), Putin juga mengatakan bahwa vaksin ini "cukup efektif" dan "memberi imunitas yang berkelanjutan".

Akan tetapi, para ilmuwan memberi perhatian pada kecepatan pengembangan vaksin yang diduga memotong proses yang seharusnya dilakukan karena tekanan otoritas.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com