5 Bahan Makanan untuk Imunitas Tubuh pada Obat Tradisional India

Kompas.com - 26/07/2020, 11:30 WIB
Ilustrasi sayuran beku (frozen vegetables). SHUTTERSTOCK/AFRICA STUDIOIlustrasi sayuran beku (frozen vegetables).

KOMPAS.com - Kasus virus corona masih mengalami peningkatan setiap harinya, semua orang tentu menjadi resah dan cukup khawatir. 

Khawatir apabila diri sendiri atau keluarga dan orang-orang sekitar tertular virus penyebab Covid-19. 

Kendati demikian, upaya pertahanan yang harus diutamakan salah satunya yakni memilih makanan yang sehat agar meningkatkan sistem kekebalan alami tubuh.

Salah satu yang dikenal memiliki khasiat mencegah penyakit dan menyembuhkan infeksi adalah bahan makanan dan tanaman untuk metode pengobatan Ayurveda

Ayurveda adalah ilmu kesehatan yang berasal dari negara India dan telah dikenal lebih dari 5.000 tahun.

Dilansir dari SCMP, (29/6/2020), berikut ini bahan makanan yang biasa digunakan dalam obat tradisional India, Ayurveda. 

1. Gooseberry

Gooseberryshutterstock Gooseberry

Salah satu bahan makanan yang digunakan dalam obat tradisional India, Ayurveda, yaitu Gooseberry.

Formulasi paling umum yakni chyawabprash yang dibuat dengan gooseberry dan rempah-rempah, yang telah menjadi makanan pokok di rumah tangga India selama bertahun-tahun.

Chyawanprash telah dikenal untuk meningkatkan pencernaan, memperkuat sistem pernapasan, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Menurut, seorang konselor gizi khusus nutrisi olahraga, Dr Khushboo Thakker Garodia mengungkapkan, gooseberry juga dikemas dengan nutrisi penting lainnya seperti zat besi, magnesium, dan vitamin B.

Baca juga: Mengenal Ayurveda, Pengobatan Tradisional Tertua dari India

Gooseberry merupakan buah kuno, seukuran buah anggur, dan bergizi. Buah ini memiliki banyak penggemar, mulai dari Presiden Amerika Abraham Lincoln, yang dikabarkan menyukai kue pai-nya yang dipanggang, hingga praktisi pengobatan tradisional India.

Ayurveda telah memasukkan gooseberry India, atau amla, dalam banyak formulasi obat, terutama karena kandungan vitamin C yang kaya (20 kali lebih banyak dari jus lemon), untuk menangkal penyakit umum dan membangun kekebalan.

“Kombinasi ini sangat bagus untuk meningkatkan kekebalan dan metabolisme. Buah ini membantu mencegah infeksi virus dan bakteri, termasuk pilek dan batuk," ujar Garodia.

Gooseberry mudah dimakan dengan cara diparut dan mentah dengan madu, diiris dan dicampur dengan salad, atau dalam bentuk bubuk.

2. Neem

Buah Neemshutterstock Buah Neem

Hampir semua tanaman neem atau mimba seperti, kulit kayu, daun, dan bunga, digunakan dalam pengobatan Ayurveda.

Dalam pengobatan tersebut, tanaman tersebut bermanfaat bagi tubuh dalam beberapa cara, dari memurnikan darah hingga mengatur kadar gula darah.

Pada beberapa studi penelitian, kulit mimba digunakan untuk membantu meredakan demam dan gangguan usus.

Sementara, sediaan daun nimba digunakan untuk meredakan panas tubuh, mimisan, cacingan, kehilangan nafsu makan, diabetes dan penyakit gusi.

Kemudian, bagian bunganya digunakan untuk mengurangi empedu dan membantu menghilangkan dahak.

Tanaman ini juga merupakan bagian dari perawatan pribadi dan produk rumah tangga dari pasta gigi hingga obat pengontrol hama alami.

Selain itu, kapsul mimba mudah dikonsumsi, daun mimba segar dengan rasanya pahit yang mencolok, memiliki potensi tinggi untuk penyembuhan.

Garodia menyarankan, tumis daun mimba lembut dengan kentang, atau menambahkan pasta daun nimba ke gravi berbumbu ringan.

Baca juga: Ada 4 Juta Warga New Delhi di India Diduga Telah Terinfeksi Corona

3. Giloy

Giloyshutterstock Giloy

Produk obat nabati yang kuat lainnya, giloy, atau Tinospora cordifolia, digunakan dalam Ayurveda karena kekuatannya untuk menyembuhkan demam berulang dan gangguan pencernaan dan untuk membantu mengelola diabetes tipe 2.

Dalam bahasa India kuno Sansekerta, tanaman ini disebut Amrita, "akar keabadian".

Sebuah studi 2013 oleh School of Biological Sciences di Institut Nasional Pendidikan Sains dan Penelitian di negara bagian Orissa, India menemukan bahwa giloy juga efektif dalam pengobatan penyakit asma dan penyakit kulit.

Tanaman ini mengandung antioksidan, yang membantu menghilangkan racun, membersihkan darah, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

"Jika diminum setiap hari, diketahui membantu memerangi infeksi pernapasan, dan juga asma," kata ahli gizi bersertifikat dan ahli naturoterapi di Ottawa, Kanada, Manali Scott.

Ia menambahkan, giloy juga membantu memerangi bakteri penyebab penyakit, dan dapat memerangi penyakit hati dan infeksi saluran kemih.

Cara terbaik untuk mengkonsumsinya adalah mencampur 15-30 ml jus giloy dengan air dan meminumnya pada waktu perut kosong, di pagi hari.

Scott mengimbau agar wanita hamil dan menyusui harus menghindari makanan super ini.

Baca juga: Positivity Rate Covid-19 Indonesia 12,3 Persen, Peringkat 5 Se-Asia

4. Kamut

Kamutshutterstock Kamut

Kamut (gandum Khorasan) adalah pembangkit tenaga nutrisi, mengandung antioksidan, banyak serat dan protein, dan memiliki sifat probiotik.

Kamut ini lebih mudah dicerna ketimbang biji-bijian yang sudah matang.

Selain itu, kamut telah menjadi bagian dari tradisi kuliner di banyak negara Timur selama bertahun-tahun, dan sejak ditemukan oleh Barat pada 1980-an, mereka menjadi sangat populer di rak-rak toko kesehatan.

Kamut juga menjadi favorit di kalangan koki, pembuat roti dan atlet, karena mudah dibuat, dan tidak membutuhkan peralatan dapur yang rumit.

Cara mengonsumsi yang terbaik yakni, rendam biji-bijian utuh dalam air hingga 10 jam di siang hari, dan biarkan tertutup, di saringan, saringan sup, atau kain katun tipis semalaman.

Menurut Scott, kamut sebaiknya dimakan setelah direbus atau dikukus, karena memakannya mentah dapat menyebabkan masalah lambung.

5. Kecambah Brokoli

kecambah brokolishutterstock kecambah brokoli

Penelitian telah menunjukkan bahwa sayuran silangan seperti brokoli, kubis Brussel, kangkung, dan kubis, baik untuk kesehatan, dan terkait dengan pengurangan risiko penyakit kronis, dan mereka memiliki efek antiinflamasi, anti penuaan, dan kemungkinan melawan kanker.

Para peneliti di Universitas Johns Hopkins di Amerika Serikat telah menetapkan bahwa kecambah brokoli yang lembut memiliki lebih banyak nutrisi daripada brokoli dewasa/matang.

Baca juga: Warganet Ungkapkan Udara Dingin di Twitter, Begini Analisis BMKG

Terkait bentuknya, kecambah brokoli menyerupai kecambah alfalfa dan renyah, dengan rasa yang tajam dan khas, seperti lobak.

“Kecambah brokoli adalah tambahan kalori yang indah dan kaya antioksidan untuk makanan sehari-hari Anda, juga pilihan yang sempurna bagi para pengamat berat badan," ujar konsultan nutrisi di Banglore, Nikita Suresh.

"Tanaman itu lezat dalam salad dan smoothie (jus). Dan mereka membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan baik untuk kesehatan jantung," lanjut dia.

Suresh menambahkan bahwa bagi mereka yang tidak menyukai rasa brokoli, kecambah brokoli akan terasa seperti rasa baru yang segar.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X