Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Benarkah Jamu Jahe dan Kunyit Bisa Mengobati Jerawat? Ini Penjelasan Dokter

Kompas.com - 20/04/2024, 19:30 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Mahardini Nur Afifah

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Linimasa media sosial tengah diramaikan dengan unggahan warganet yang menyebut jahe atau minuman yang terbuat jahe dan kunyit bisa untuk mengatasi jerawat.

Salahnya diunggah oleh seorang warganet di platform TikTok @dh**anna, Jumat (19/4/2024).

"Ternyata udah banyakkk bgt review orang yang berhasil nyembuhin jerawat pake jamu kunyit + jahe," tulis di salah satu unggahannya.

Hingga Sabtu (20/4/2024) siang, unggahan tersebut sudah dilihat lebih dari 2 juta pengguna TikTok dan mendapatkan 2.488 komentar dari warganet.

Lantas, benarkah jamu yang terbuat dari jahe dan kunyit bisa untuk mengobati jerawat?

Baca juga: Manfaat Air Jahe, Lemon, dan Cengkih untuk Menurunkan Berat Badan


Penjelasan dokter jahe dan kunyit untuk obat jerawat

Dokter spesialis kulit dan kelamin RSUD Prof Dr Margono Soekarjo, Ismiralda Oke Putranti membenarkan, jahe dan kunyit memang bisa digunakan sebagai ramuan untuk mengatasi jerawat.

"Jahe dan kunyit bisa untuk mengobati jerawat, akan tetapi ini berlaku untuk jahe dan kunyit yang sudah dilakukan ekstraksi bahan aktifnya yang kemudian dibuat dalam bentuk krim atau lotion untuk jerawat," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (20/4/2024).

Ismiralda menjelaskan, manfaat jahe dan kunyit dalam pengobatan terhadap jerawat tersebut juga telah didukung oleh beberapa penelitian.

"Sudah ada penelitian mengenai ekstrak jahe atau kunyit yang mengandung zat aktif yang berperan sebagai antiinflamasi dan juga antioksidan," jelas dia.

Selain itu, kandungan antiinflamasi dan antioksidan yang ada di kedua rempah-rempah tersebut juga dapat menghambat kolonisasi bakteri penyebab jerawat.

Lebih lanjut, Ismiralda menyampaikan, jahe dan kunyit yang dikonsumsi langsung atau dalam bentuk minuman jamu belum terbukti dapat mengobati jerawat.

"Menurut saya bukan tidak bisa (jamu jahe dan kunyit untuk mengobati jerawat), tapi sampai sekarang belum ada penelitiannya," tutur Ismiralda.

Baca juga: 6 Manfaat Air Rebusan Jahe Ditambah Lemon, Apa Saja?

Efek samping jahe dan kunyit untuk mengobati jerawat

Meskipun ada beberapa manfaat jahe dan kunyit untuk mengobati jerawat, Ismiralda mengatakan, jahe dan kunyit tidak bisa untuk pengobatan secara langsung.

Apabila jahe dan kunyit langsung dioleskan ke kulit tanpa diproses secara steril, ada beberapa risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

"Bisa muncul reaksi iritasi dan reaksi alergi pada kulit. Hal itu bisa menyebabkan peradangan dan memperparah kondisi jerawat," kata dia.

Menurut Ismiralda, biasanya penggunaan bahan alami seperti jahe atau kunyit untuk obat jerawat alami dikombinasikan dengan bahan aktif lainnya.

Baca juga: Ini 4 Kelompok Orang yang Sebaiknya Membatasi Minum Air Rebusan Jahe, Kunyit, dan Serai

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Cerita Ed Dwight, Butuh 60 Tahun Sebelum Wujudkan Mimpi Terbang ke Luar Angkasa

Cerita Ed Dwight, Butuh 60 Tahun Sebelum Wujudkan Mimpi Terbang ke Luar Angkasa

Tren
Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Tren
Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang 'Jaka Sembung'

Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang "Jaka Sembung"

Tren
Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Tren
Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Tren
Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Tren
Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tren
5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

Tren
Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Tren
BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

Tren
Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Tren
Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Tren
Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Tren
Studi Ungkap Obesitas pada Anak Bisa Kurangi Setengah Harapan Hidupnya

Studi Ungkap Obesitas pada Anak Bisa Kurangi Setengah Harapan Hidupnya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com