Benarkah Swab Test Bisa Merusak Otak? Simak Penjelasan Dokter

Kompas.com - 25/07/2020, 13:45 WIB
Petugas kesehatan mengambil sampel lendir dari seorang anggota Satpol PP untuk dilakukan tes usap (swab test) COVID-19 di Kantor Satpol PP Kota Tangerang, Banten, Jumat (19/6/2020). Pemeriksaan tes usap kepada anggota Satpol PP tersebut dilakukan guna mendeteksi COVID-19 karena kegiatannya bersinggungan langsung dengan aktivitas masyarakat. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj. ANTARA FOTO/FAUZANPetugas kesehatan mengambil sampel lendir dari seorang anggota Satpol PP untuk dilakukan tes usap (swab test) COVID-19 di Kantor Satpol PP Kota Tangerang, Banten, Jumat (19/6/2020). Pemeriksaan tes usap kepada anggota Satpol PP tersebut dilakukan guna mendeteksi COVID-19 karena kegiatannya bersinggungan langsung dengan aktivitas masyarakat. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj.

KOMPAS.com - Sebuah informasi di media sosial Facebook menyebutkan bahwa swab test atau  tes swab usap hidung dapat merusak otak.

Narasi tersebut diunggah dalam bahasa Inggris salah satunya oleh akun Facebook Dave Oneegs pada Selasa (7/7/2020).

Berikut narasinya, yang dialihbahasakan ke bahasa Indonesia:

"JANGAN MENYETUJUI PENGUJIAN HABIS!

Hindari tes Covid-19 dengan cara apa pun. Alat tes ini mungkin (dan mungkin) terkontaminasi dengan sesuatu yang berbahaya, seperti virus atau sesuatu yang tidak kita mengerti.

Orang-orang harus peduli dengan swab seperti halnya dengan vaksin. Sangat berbahaya," demikian narasi yang diunggah akun Facebook Dave Oneegs.

Akun itu juga mengunggah sebuah gambar soal bahaya tes swab.

Baca juga: Melakukan Perjalanan, Bawa Hasil Rapid Test, Swab Test, atau Surat Bebas Influenza?

Dalam gambar tersebut, terdapat narasi yang berbunyi:

"Saya bertanya-tanya mengapa tes PCR untuk COVID-19 harus sangat jauh ke belakang dan itu membuat saya berpikir… seberapa jauh hasilnya? Jadi saya melakukan riset dan menemukan dua gambar ini dan tumpang tindih. Bukti mengejutkan itu mengejutkan! Sawar darah otak adalah tempat tes swab harus dilakukan."

Sawar Darah Otak (SDO) adalah membran pemisahan sirkulasi darah dari cairan ekstraselular otak (BECF) dalam sistem saraf pusat (SSP).

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X