Solo Disebut Zona Hitam, Ini Catatan Penanganan Virus Corona di Surakarta

Kompas.com - 13/07/2020, 16:48 WIB
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Solo Zoo atau Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) di Solo, Jawa Tengah, 18 Juni lalu. Untuk menyiasati kekurangan dana, pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo muncul dengan ide penjualan tiket di muka. Antara Foto Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Solo Zoo atau Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) di Solo, Jawa Tengah, 18 Juni lalu. Untuk menyiasati kekurangan dana, pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo muncul dengan ide penjualan tiket di muka.

KOMPAS.com - Pada Minggu (12/7/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Solo, Jawa Tengah, bertambah sebanyak 18 orang.

Dengan demikian, jumlah pasien positif virus corona yang telah dikonfirmasi di Solo adalah sebanyak 63 orang hingga Minggu kemarin.

Adapun rinciannya adalah 37 sembuh, 22 rawat inap, dan 4 orang meninggal dunia.

Penambahan kasus harian sebagai 18 kasus merupakan catatan tertinggi sejak pertama kali Solo mengonfirmasi temuan kasus positif pada awal Maret lalu.

Dengan tambahan kasus ini, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani, menyebut bahwa Solo sudah masuk zona hitam.

Baca juga: Solo Zona Hitam Covid-19, Wali Kota: Biar Masyarakat Lebih Waspada

Apa yang dimaksud zona hitam?

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 UNS Solo Tonang Dwi Ardyanto menyebut bahwa sebenarnya zona hitam tidak termasuk dalam istilah leveling pada konsep di Gugus Tugas Covid-19.

"Sebenarnya, kita tidak mengenal kata-kata area zona hitam. Kita cuma mengenal leveling-nya sejak dari hijau, lalu kuning, kemudian oranye, dan terakhir merah," kata Tonang mengawali penjelasannya kepada Kompas.com, Senin (13/7/2020) siang.

Adapun arti dari warna-warna tersebut adalah sebagai berikut:

  • Hijau: Tidak ada kasus positif
  • Kuning: Ada kasus tetapi penyebaran masih terkendali
  • Oranye: Penyebarannya tinggi dan memiliki potensi untuk tidak terkendali
  • Merah: Penambahan kasus banyak dan penyebarannya berisiko tidak terkendali

Lalu, mengapa Solo disebut sudah zona hitam?

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X