Maria Pauline Lumowa Diekstradisi Setelah 17 Tahun Buron, Bagaimana dengan Djoko Tjandra?

Kompas.com - 09/07/2020, 16:04 WIB
Maria Pauline Lumowa, buron kasus pembobolan BNI yang baru saja diekstradisi dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (9/7/2020). KOMPAS TV/ARSIP KEMENKUMHAMMaria Pauline Lumowa, buron kasus pembobolan BNI yang baru saja diekstradisi dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (9/7/2020).

KOMPAS.com - Setelah 17 tahun buron, tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa akhirnya diekstradisi dari Serbia, Rabu (8/7/2020).

Proses ekstradisi dilakukan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) ini dilakukan oleh delegasi pemerintah yang dipimpin Menkumham Yasonna Laoly.

Kasus pembobolan kas Bank BNI Cabang Kebayoran Baru senilai Rp 1,7 triliun lewat letter of credit (L/C) fiktif ini berlangsung pada Oktober 2020 hingga Juli 2003.

Sebelum Mabes Polri membentuk tim khusus dalam menyelidiki kasus ini, Maria Pauline Lumowa yang menjadi salah satu tersangka pun terlebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003, dan sempat berada di Belanda pada 2009.

Setelah membawa pulang Maria Pauline ke Tanah Air, pemerintah kini ditunggu langkahnya menangkap buron lainnya, Djoko Tjandra, tersangka kasus Bank Bali.

Status Djoko Tjandra sampai saat ini masih buron. Ia telah dijatuhi hukuman atas kasus yang membelitnya tersebut.

Namun, keberadaannya masih menjadi teka-teki dan belum tertangkap oleh penegak hukum. Ada informasi yang menyebutkan bahwa Djoko Tjandra berada di Tanah Air.

Baca juga: Mahfud MD: Maria Pauline Tunjuk Kuasa Hukum dari Kedubes Belanda 

Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Oce Madril mengatakan, kasus Djoko Tjandra juga pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah.

Menurut Oce, penegak hukum harus segera menangkap yang bersangkutan, apalagi ada putusan pengadilan terhadapnya.

"Ya cara satu-satunya yang bisa dilakukan penegak hukum, entah itu polisi, kejaksaan, ya menangkap yang bersangkutan segera. Supaya kejadian seperti ini tidak memperolok-olok sistem hukum kita," ujar Oce, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (9/7/2020).

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X