Selain Maria Pauline Lumowa, Siapa Saja yang Pernah Dijerat Kasus Pembobolan BNI?

Kompas.com - 09/07/2020, 14:17 WIB
Maria Pauline Lumowa, buron kasus pembobolan BNI yang baru saja diekstradisi dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (9/7/2020). KOMPAS TV/ARSIP KEMENKUMHAMMaria Pauline Lumowa, buron kasus pembobolan BNI yang baru saja diekstradisi dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (9/7/2020).

KOMPAS.com - Tersangka kasus pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa telah diekstradisi dari Serbia dan tiba di Indonesia pada hari ini, Kamis (9/7/2020).

Kasus ini telah diproses sejak 2003. Namun, kala itu, Maria telah berada di luar negeri. Setelah 17 tahun dalam pelarian, ia akhirnya dibawa ke Tanah Air.

"Dengan gembira saya menyampaikan bahwa kami telah secara resmi menyelesaikan proses handing over atau penyerahan buronan atas nama Maria Pauline Lumowa dari pemerintah Serbia," kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Yasonna mengatakan, proses ekstradisi ini tak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan antarnegara serta komitmen pemerintah dalam penegakan hukum.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada 2003 silam, Maria sudah berstatus sebagai buron dan belum pernah sekali pun menghadiri sidang.

Perusahaannya, PT Gramarindo Group, diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Baca juga: Melihat Kembali Kasus Pembobolan BNI Rp 1,7 Triliun yang Jerat Maria Pauline Lumowa...

Sementara delapan perusahaan yang tergabung dalam grup Gramarindo mendapatkan kredit senilai Rp 1,2 triliun tanpa analisis kredit dari BNI.

Pencairan dana dilakukan atas pengajuan 41 lembar surat kredit (letter of credit), sementara dokumen-dokumen ekspor yang menyertainya diketahui fiktif.

Belasan tersangka

Dalam kasus ini, selain Maria Pauline Lumowa, ada belasan nama yang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk beberapa perwira kepolisian.

Berikut nama-nama yang pernah ditetapkan sebagai tersangka, dirangkum dari pemberitaan yang terdokumendasi di Litbang Harian Kompas:

  • Adrian H Waworuntu, konsultan PT Gramarindo Group, divonis penjara seumur hidup
  • Achmad Sidik Mauladi Iskandardinata alias Dicky Iskandardinata, Direktur Utama PT Brocolin Internasional divonis penjara selama 20 tahun dan denda sebesar Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan (2006)
  • Edy Santosa (mantan Kepala Bagian Customer Service Luar Negeri pada Kantor Utama Cabang Bank BNI Kebayoran Baru, Jakarta Selatan) divonis penjara seumur hidup
  • Kusadiyuwono (mantan Kepala Kantor Utama Cabang Bank BNI Kebayoran Baru, Jakarta Selatan) divonis penjara 15 tahun
  • Haji Ollah Abdullah Agam (Direktur PT Gramarindo Mega Indonesia) divonis penjara 15 tahun
  • Adrian Pandelaki Lumowa, Direktur PT Maqnetique Usaha Esa Indonesia, Yudi Baso (Direktur PT Basomindo) divonis penjara 15 tahun
  • Jane Iriani, Direktur PT Sagared Team dijatuhi delapan tahun denda Rp 200 juta subsider kurungan tiga bulan
  • John Hamenda, Direktur PT Petindo Perkasa divonis penjara 20 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 12 bulan kurungan
  • Jeffery Baso, pemilik PT Basomasindo dan PT Trianu Caraka Pacific divonis 7 tahun penjara Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan
  • Yudi Baso, Direktur PT Basomasindo
  • Aprilia Widharta, Dirut PT Pan Kifros divonis penjara 15 tahun
  • Brigjen (Pol) Samuel Ismoko, mantan Direktur Ekonomi Khusus pada Badan Reserse Kriminal Mabes Polri divonis satu tahun delapan bulan (20 bulan) penjara dipotong masa tahanan
  • Komisaris Besar Irman Santosa divonis satu tahun delapan bulan (20 bulan) penjara dipotong masa tahanan
  • Komisaris Jenderal Suyitno, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Landung divonis hukuman 18 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan
  • Ishak, mantan konsultan bisnis Adrian Herling Waworuntu, dituntut hukuman empat tahun penjara dan membayar uang pengganti Rp 3,6 miliar
  • Wayan Saputra, mantan Kepala Divisi Internasional Kantor Pusat Bank BNI divonis 5 tahun penjara
  • Aan Suryana Divisi Internasional Kantor Pusat Bank BNI divonis 5 tahun penjara
  • Mohammad Arsjad, Mantan Direktur Kepatuhan Bank BNI Tbk
  • Yoke Yola Sigar, Direktur PT Adhitya Putrapratama Finance
  • Nirwana Alie, mantan pengganti sementara Kepala Cabang Bank BNI Kebayoran Baru divonis penjara 8 tahun
  • Titik Pristiwanti (PT Bhinnekatama Pasific) divonis penjara 8 tahun
  • Richard Kuontul (PT Metrantara) divonis penjara 10 tahun
  • Rudy Sutopo dan Haris Is'artono (PT Mahesa Karya Muda Mandiri).

Baca juga: Setelah Ekstradisi Maria Pauline, Penegak Hukum Lakukan Pemulihan Aset

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X