Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masa Berlaku Surat Keterangan Uji PCR dan Rapid Test Kini 14 Hari

Kompas.com - 28/06/2020, 13:55 WIB
Retia Kartika Dewi,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Jelang adanya penerapan new normal, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 merilis aturan mengenai persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru pada Jumat (26/6/2020).

Adapun aturan tersebut tertuang dalam SE Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam SE Nomor 9 Tahun 2020, disebutkan bahwa setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan.

Tak hanya itu, dijelaskan juga mengenai persyaratan perjalanan orang dalam negeri dan perpsyaratan perjalanan orang kedatangan dari luar negeri.

Berbeda dengan SE Nomor 7/2020, mengenai ketentuan surat keterangan uji tes PCR atau rapid tes di dalam aturan SE Nomor 9/2020 dinilai sedikit lebih longgar. 

Apabila sebelumnya syarat surat uji tes rapid test berlaku tiga hari dan uji PCR berlaku 7 hari, kini dalam aturan terbaru uji tes tersebut berlaku lebih lama yaitu 14 hari. 

Baca juga: KAI Perpanjang Masa Berlaku Surat Keterangan Bebas Corona Jadi 14 Hari

Persyaratan perjalanan orang dalam negeri

Bagi masyarakat yang hendak melaksanakan perjalanan dalam negeri, misal dengan menggunakan kendaraan pribadi dapat bertanggungjawab atas kesehatannya masing-masing, serta tunduk dan patuh pada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Kemudian, setiap individu yang melakukan perjalanan orang dengan transportasi umum darat, perkeretaapian, laut, dan udara harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Menunjukkan identitas diri, seperti KTP atau tanda pengenal lain yang sah
  • Menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif atau surat keterangan uji rapid-Test dengan hasil non-reaktif yang berlaku 14 hari pada saat keberangkatan
  • Menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza yang dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Test PCR dan/atau Rapid-Test

Kemudian, persyatan perjalanan orang dalam negeri dikecualikan untuk perjalanan orang komuter dan perjalanan orang di dalam wilayah/kawasan aglomerasi.

Selain itu, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan harus mengunduh dan mengaktifkan aplukasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler melalui AppStore di link ini dan untuk PlayStore di link berikut.

Baca juga: Kronologi Penumpang Garuda Jakarta Sorong Ketahuan Covid-19, Bawa Hasil Tes PCR Positif Corona

Persyaratan perjalanan orang kedatangan dari luar negeri

Untuk orang yang telah melakukan perjalanan dari luar negeri juga harus patuh dalam syarat dan ketentuan yang berlaku.

Tidak hanya orang yang melakukan perjalanan di dalam negeri, orang dari luar negeri juga wajib melakukan PCR Test pada saat ketibaan, jika belum melakukan dan tidak dapat menunjukkan surat hasil PCR Test dari negara keberangkatan.

Kemudian, PCR Test perjalanan orang kedatangan luar negeri dikecualikan yakni

  • Pada Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang tidak memiliki peralatan PCR,
  • Orang yang melakukan rapid test dan menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness)
  • Orang yang melakukan perjalanan yang melalui PLBN dengan menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza yang dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit/otoritas Kesehatan

Selama waktu tunggu hasil pemeriksaan PCR Test, setiap orang wajib menjalani karantina di tempat akomodasi karantina khusus yang telah disediakan oleh pemerintah.

Kemudian, orang yang melakukan perjalanan dari luar negeri memanfaatkan akomodasi karantina (hotel/penginapan) yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi karantina Covid-19 dari Kementerian Kesehatan.

Aplikasi Peduli Lindungi juga wajib diunggah bagi orang yang melakukan perjalanan dari luar negeri melalu unduhan di AppStore di link ini dan PlayStore pada laman berikut.

Baca juga: Viral Twit soal Darah Haid yang Terus Mengalir, Ini Penjelasan Dokter

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Daftar Keluarga Jokowi yang Terima Penghargaan, Terbaru Bobby Nasution

Daftar Keluarga Jokowi yang Terima Penghargaan, Terbaru Bobby Nasution

Tren
Benarkah Tidur di Kamar Tanpa Jendela Berakibat TBC? Ini Kata Dokter

Benarkah Tidur di Kamar Tanpa Jendela Berakibat TBC? Ini Kata Dokter

Tren
Ini Daftar Kenaikan HET Beras Premium dan Medium hingga 31 Mei 2024

Ini Daftar Kenaikan HET Beras Premium dan Medium hingga 31 Mei 2024

Tren
Ramai soal Nadiem Akan Wajibkan Pelajaran Bahasa Inggris, Ini Kata Kemendikbud Ristek

Ramai soal Nadiem Akan Wajibkan Pelajaran Bahasa Inggris, Ini Kata Kemendikbud Ristek

Tren
Media Korsel Soroti Pertemuan Hwang Seon-hong dan Shin Tae-yong di Piala Asia U23

Media Korsel Soroti Pertemuan Hwang Seon-hong dan Shin Tae-yong di Piala Asia U23

Tren
10 Ras Anjing Pendamping yang Cocok Dipelihara di Usia Tua

10 Ras Anjing Pendamping yang Cocok Dipelihara di Usia Tua

Tren
5 Manfaat Kesehatan Daging Buah Kelapa Muda, Salah Satunya Menurunkan Kolesterol

5 Manfaat Kesehatan Daging Buah Kelapa Muda, Salah Satunya Menurunkan Kolesterol

Tren
Viral, Video Sopir Bus Cekcok dengan Pengendara Motor di Purworejo, Ini Kata Polisi

Viral, Video Sopir Bus Cekcok dengan Pengendara Motor di Purworejo, Ini Kata Polisi

Tren
PDI-P Laporkan Hasil Pilpres 2024 ke PTUN Usai Putusan MK, Apa Efeknya?

PDI-P Laporkan Hasil Pilpres 2024 ke PTUN Usai Putusan MK, Apa Efeknya?

Tren
UKT Unsoed Tembus Belasan-Puluhan Juta, Kampus Sebut Mahasiswa Bisa Ajukan Keringanan

UKT Unsoed Tembus Belasan-Puluhan Juta, Kampus Sebut Mahasiswa Bisa Ajukan Keringanan

Tren
Sejarah dan Makna Setiap Warna pada Lima Cincin di Logo Olimpiade

Sejarah dan Makna Setiap Warna pada Lima Cincin di Logo Olimpiade

Tren
Ramai Anjuran Pakai Masker karena Gas Beracun SO2 Menyebar di Kalimantan, Ini Kata BMKG

Ramai Anjuran Pakai Masker karena Gas Beracun SO2 Menyebar di Kalimantan, Ini Kata BMKG

Tren
Kenya Diterjang Banjir Bandang Lebih dari Sebulan, 38 Meninggal dan Ribuan Mengungsi

Kenya Diterjang Banjir Bandang Lebih dari Sebulan, 38 Meninggal dan Ribuan Mengungsi

Tren
Dari Jakarta ke Penang, WNI Akhirnya Berhasil Obati Katarak di Korea

Dari Jakarta ke Penang, WNI Akhirnya Berhasil Obati Katarak di Korea

Tren
Warganet Kaitkan Kenaikan UKT Unsoed dengan Peralihan Menuju PTN-BH, Ini Penjelasan Kampus

Warganet Kaitkan Kenaikan UKT Unsoed dengan Peralihan Menuju PTN-BH, Ini Penjelasan Kampus

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com