Kompas.com - 20/06/2020, 15:02 WIB
Cushing syndrome ShutterstockCushing syndrome

KOMPAS.com – Sebuah unggahan yang menginformasikan efek samping Dexamethasone banyak dibagikan oleh para pengguna di media sosial Faebook.

Unggahan tersebut menyebutkan beragam gejala yang disebut dengan cushing’s syndrome akibat penggunaan dexamethasone yang sembarangan.

Dexamethasone merupakan obat anti-inflamasi yang tengah menjadi perbincangan setelah disebut efektif untuk pasien Covid-19.

Berikut narasi yang beredar di media sosial:

"MAU TAHU EFEK SAMPING DEKSAMETASON ?

Ngga bermaksud nakut-nakutin yah... tapi kalau ngga perlu banget, ngga usahlah latah beli obat deksametason atau steroid lainnya untuk mencegah atau mengobati Covid-19. Hasil uji klinik saat ini melaporkan bahwa deksametason hanya berefek baik pada pasien COVID-19 yg kondisi kritis (critically ill), utk mengatasi peradangan berat. Bukan sebagai anti virus.
Kalau dipakai sembarangan tanpa indikasi, apalagi berlebihan, bisa jadi begini lho ...
1. Muka membulat kaya bulan (moon face)
2. Muncul punuk di bahu (buffalo hump)
3. osteoporosis (tulang keropos)
4. kulit mudah lebam
5. rentan infeksi karena sistim imun turun, jika luka lama sembuh
6. kadar gula darah meningkat
7. penipisan kulit, terjadi garis-garis merah (striae)
dll...
Gejala-gejala ini disebut Cushing's syndrome, yaitu syndrome akibat kelebihan hormon kortisol, termasuk kortisol sintetik seperti deksametason.

Obat golongan steroid termasuk deksametason adalah obat keras yang harus diperoleh dengan resep dokter dan digunakan secara benar, agar manfaatnya lebih besar daripada kerugiannya. Jangan sembarangan menggunakan obat !"

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Zullies Ikawati dan telah diunggah ulang lebih dari 1.200 kali dan disukai lebih dari 600 pengguna.

Baca juga: BPOM Tegaskan Dexamethasone Obat Keras, Harus dengan Resep Dokter

Benarkah efek samping penggunaan dexamethasone secara sembarangan bisa menyebabkan kondisi tersebut?

Konfirmasi Kompas.com

Mengonfirmasi informasi tersebut, Kompas.com mengonfirmasi kepada Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt, yang merupakan pengunggah informasi tersebut.

Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt, merupakan Ketua Prodi Magister Farmasi Klinik Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia menjelaskan, cushing syndrome merupakan sindrom atau kumpulan gejala akibat kadar hormon steroid atau kortisol berlebihan di dalam tubuh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.