Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi New Normal, Apa yang Harus Dilakukan?

Kompas.com - 02/06/2020, 19:44 WIB
Manajemen Super Market Asia Plaza memasang penyekat transparan di seluruh layanan pembayaran (kasir) sebagai protokol kesehatan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (28/5/2020). Pemerintah Provinsi Jabar mempersiapkan adaptasi normal baru atau new normal yang mengacu pada sejumlah indikator dan persiapan matang, dengan tujuan memulihkan perekonomian disertai pengendalian risiko penularan COVID-19 yang komprehensif mulai 1 Juni 2020. ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMIManajemen Super Market Asia Plaza memasang penyekat transparan di seluruh layanan pembayaran (kasir) sebagai protokol kesehatan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (28/5/2020). Pemerintah Provinsi Jabar mempersiapkan adaptasi normal baru atau new normal yang mengacu pada sejumlah indikator dan persiapan matang, dengan tujuan memulihkan perekonomian disertai pengendalian risiko penularan COVID-19 yang komprehensif mulai 1 Juni 2020.

KOMPAS.com - Indonesia akan segera memasuki fase new normal di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi.

Pada fase ini, pembatasan kegiatan masyarakat akan dilonggarkan.

Masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti bekerja dan bersekolah, namun dengan tetap mematuhi sejumlah protokol kesehatan seperti memakai masker dan membatasi jarak fisik.

Namun, penerapan new normal ini belum sepenuhnya dapat dipahami. Masih banyak pertanyaan, apa itu new normal? Bagaimana kehidupan akan berjalan? Dan berbagai pertanyaan lainnya.

Hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar penerapan new normal sukses dan tidak menjadi bumerang dalam proses pengendalian virus corona penyebab Covid-19.

Di media sosial Twitter, Selasa (2/6/2020), salah satu trending " bagaimana new normal", merekam perbincangan warganet tentang berbagai hal yang belum mereka pahami soal tatanan baru.

Baca juga: INFOGRAFIK: Panduan New Normal Penumpang Kereta Api

Bagaimana mempersiapkan masyarakat siap menghadapi new normal?

Menurut Sosiolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sunyoto Usman, pemerintah masih perlu membenahi sejumlah persoalan sebelum mempersiapkan masyarakat menerima new normal dengan baik. 

Sunyoto menduga, ada persoalan yang terjadi di tiga level yakni pada level kebijakan, koordinasi antar lembaga dan level operasionalnya.

"Seharusnya pemerintah memberi penjelasan apa konsep new normal dan seperti pa kebijakannya.  New normal seharusnya dikonsepsikan sebagai kondisi baru yang lebih baik, by plan (direncanakan berbasis kebijakan dan adaptasi tertentu), memberi perlindungan kesehatan, dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Pertanyaannya, apa memang sudah aman dengan pelonggaran tersebut?" kata Sunyoto, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/6/2020).

Menurut dia, dalam mempersiapkan masyarakat memasuki fase new normal tidak bisa disamakan seluruh daerah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X