WHO Peringatkan Gelombang Kedua di Negara yang Alami Penurunan Kasus Covid-19

Kompas.com - 26/05/2020, 14:47 WIB
Direktur Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Mike Ryan saat menghadiri konferensi pers di PBB di Jenewa, Swiss 3 Mei 2019. REUTERS/Denis BalibouseDirektur Eksekutif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Mike Ryan saat menghadiri konferensi pers di PBB di Jenewa, Swiss 3 Mei 2019.

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) memeringatkan negara-negara yang alami penurunan kasus Covid-19, masih dapat menghadapi gelombang kedua pandemi dalam waktu dekat. 

Dilansir Reuters, Selasa (26/5/2020), hal dapat terjadi jika terlalu cepat mengambil langkah-langkah untuk menghentikan wabah.

Kepala Kedaruratan WHO Dr Mike Ryan mengatakan, hal itu lantaran dunia masih berada di tengah-tengah gelombang pertama penyebaran virus corona.

Selain itu, lanjut Ryan, sementara kasus-kasus menurun di banyak negara, masih akan terjadi peningkatan kasus misalnya di Amerika Tengah, Selatan, Asia Selatan, dan Afrika.

Baca juga: Antisipasi Corona, Viral Unggahan Pocong dan Keranda Mayat Jadi Penjaga Portal Jalan Dusun di Kediri

Pandemi datang dalam beberapa gelombang

Ryan mengungkapkan, pandemi sering datang dalam beberapa gelombang, artinya wabah masih dapat kembali di akhir tahun ini di wilayah gelombang pertama mereda.

Ada juga kemungkinan bahwa tingkat infeksi dapat naik lagi lebih cepat jika langkah-langkah untuk menghentikan gelombang pertama diangkat terlalu cepat.

"Ketika kita berbicara tentang gelombang kedua secara klasik apa yang sering kita maksudkan adalah akan ada gelombang pertama penyakit itu sendiri. Kemudian, kambuh berbulan-bulan kemudian, itu mungkin menjadi kenyataan bagi banyak negara dalam beberapa bulan," kata Ryan.

Meski demikian, masyarakat juga harus menyadari fakta bahwa penyakit ini dapat melonjak kapan saja.

"Kita tidak dapat membuat asumsi bahwa hanya karena penyakit sedang dalam perjalanan sekarang ini akan terus turun dan kita mendapatkan beberapa bulan untuk bersiap-siap untuk gelombang kedua. Kita mungkin mendapatkan puncak kedua dalam gelombang ini," imbuh Ryan.

Baca juga: Tips Rencanakan Liburan Setelah Pandemi Corona

Terapkan beberapa langkah

Ryan memaparkan, negara-negara di Eropa dan Amerika Utara harus mulai memikirkan beberapa langkah-langkah.

Halaman:
Baca tentang

Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sosok Naya Rivera, Dikenang sebagai Pribadi yang Bertalenta

Sosok Naya Rivera, Dikenang sebagai Pribadi yang Bertalenta

Tren
3.000 Tenaga Kesehatan Meninggal akibat Covid-19, Ini Negara Terbanyak

3.000 Tenaga Kesehatan Meninggal akibat Covid-19, Ini Negara Terbanyak

Tren
World Orca Day, Mengenal Paus Orca yang Bisa Hidup hingga 80 Tahun

World Orca Day, Mengenal Paus Orca yang Bisa Hidup hingga 80 Tahun

Tren
Panduan Fitur Google Classroom untuk Guru, dari Membuat Kelas hingga Tugas Siswa

Panduan Fitur Google Classroom untuk Guru, dari Membuat Kelas hingga Tugas Siswa

Tren
Viral Unggahan Kamar Isi Sampah Disebut Hoarding Disorder, Ini Kata Dokter Jiwa...

Viral Unggahan Kamar Isi Sampah Disebut Hoarding Disorder, Ini Kata Dokter Jiwa...

Tren
5 Klaster Terbesar Penularan Covid-19 di Indonesia, Mana Saja?

5 Klaster Terbesar Penularan Covid-19 di Indonesia, Mana Saja?

Tren
Pesan untuk Kita Semua dari Temuan Kasus Covid-19 di Pesta Wisuda...

Pesan untuk Kita Semua dari Temuan Kasus Covid-19 di Pesta Wisuda...

Tren
Viral Cara Memotong Hewan Kurban Tidak Berontak, Bagaimana Tekniknya?

Viral Cara Memotong Hewan Kurban Tidak Berontak, Bagaimana Tekniknya?

Tren
Update Virus Corona Dunia 14 Juli: 13,2 Juta Orang Terinfeksi | China Laporkan 8 Kasus Baru

Update Virus Corona Dunia 14 Juli: 13,2 Juta Orang Terinfeksi | China Laporkan 8 Kasus Baru

Tren
Google Meet dan Google Classroom, Ini Cara Penggunaannya

Google Meet dan Google Classroom, Ini Cara Penggunaannya

Tren
Saat Museum-museum di AS Mulai Mengumpulkan Jejak Pandemi Covid-19

Saat Museum-museum di AS Mulai Mengumpulkan Jejak Pandemi Covid-19

Tren
Melihat Kematian akibat Covid-19 di Indonesia, Kelompok Usia Berapa yang Paling Banyak?

Melihat Kematian akibat Covid-19 di Indonesia, Kelompok Usia Berapa yang Paling Banyak?

Tren
Indonesia Masuk 10 Besar Negara Kasus Tertinggi Virus Corona di Asia, Ini Daftarnya

Indonesia Masuk 10 Besar Negara Kasus Tertinggi Virus Corona di Asia, Ini Daftarnya

Tren
Cek, Hari Ini Pengumuman Penerima Token Subsidi Listrik Pelanggan 900 VA dan 1.300 VA

Cek, Hari Ini Pengumuman Penerima Token Subsidi Listrik Pelanggan 900 VA dan 1.300 VA

Tren
[POPULER TREN] Tip Rp 14 Juta untuk Pegawai Restoran | Djoko Tjandra Masuk-Keluar Indonesia

[POPULER TREN] Tip Rp 14 Juta untuk Pegawai Restoran | Djoko Tjandra Masuk-Keluar Indonesia

Tren
komentar
Close Ads X