Ini Manfaat Puasa di Bulan Syawal untuk Kesehatan

Kompas.com - 26/05/2020, 12:43 WIB
Warga berbuka puasa di dalam rumahnya yang terendam air rob (limpasan air laut ke daratan) di pesisir Sayung, Demak, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2020). Sejak awal bulan Ramadhan, sejumlah desa di pesisir pantai utara Demak dilanda banjir rob setinggi sekitar 15-60 sentimeter pada sore hingga malam hari yang memaksa warga setempat menjalankan sejumlah aktivitas ibadah Ramadhan seperti berbuka puasa dalam keadaan terendam rob. ANTARA FOTO/AJI STYAWANWarga berbuka puasa di dalam rumahnya yang terendam air rob (limpasan air laut ke daratan) di pesisir Sayung, Demak, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2020). Sejak awal bulan Ramadhan, sejumlah desa di pesisir pantai utara Demak dilanda banjir rob setinggi sekitar 15-60 sentimeter pada sore hingga malam hari yang memaksa warga setempat menjalankan sejumlah aktivitas ibadah Ramadhan seperti berbuka puasa dalam keadaan terendam rob.

KOMPAS.com - Usai bulan Ramadhan, umat Islam masih menjalankan puasa sunah yakni puasa Syawal.

Melakukan puasa di bulan Syawal bisa menjadi solusi bagus untuk sistem pencernaan Anda menyesuaikan keadaan usai Ramadhan dan Lebaran.

Hal itu diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastro entero hepatologi, Prof. Ari Fahrial Syam.

"Islam sendiri sudah memberikan solusi, puasa Syawal. Solusi ketika sudah full 30 hari puasa, lalu ada break Lebaran, lalu puasa syawal biar sistem pencernaan menyesuaikan keadaan," ujar dia dilansir dari Antara, Selasa (26/5/2020).

Lantas, apa manfaat puasa Syawal bagi kesehatan? 

Baca juga: Ketentuan Waktu Membayar Utang Puasa Ramadhan

Manfaat puasa Syawal bagi kesehatan

Puasa Syawal ternyata memberikan manfaat terhadap kesehatan terutama lambung.

Menurut Ari, melanjutkan puasa di bulan Syawal selama enam hari pada dasarnya meneruskan keteraturan jadwal makan Anda.

Artinya, waktu lambung terisi makanan misalnya saat sahur dan berbuka puasa juga menjadi teratur.

Hal berbeda terjadi saat Anda kembali makan ke waktu normal (di luar Ramadhan), yang cenderung teratur, belum lagi jika Anda melewatkan sarapan.

"Kadang makan pagi kadang nggak. Lambung nggak konsisten diisi. Nggak makan pagi baru makan jam 12.00, lambung kosong sudah 12 jam, ketidakteraturan ini menyebabkan sakit maag. Lalu camilan nggak sehat," tutur Ari.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X