Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/04/2020, 08:38 WIB

KOMPAS.com - Pada pertengahan November 2019, Presiden Joko Widodo, yang baru mengawali periode kedua kepemimpinannya, melantik 7 orang anak muda sebagai staf khusus dari kalangan milenial.

Pelantikan 7 orang milenial ini menambah jajaran personel yang akan membantu Presiden Jokowi melakukan tugas-tugasnya.

Penunjukan stafsus milenial ini, kala itu, menuai beragam respons. Ada yang merespons positif, ada pula yang mempertanyakan pekerjaan spesifik dan keefektivitasannya.

Ada pula yang menaruh harapan besar di pundak para anak muda ini. 

Setelah 5 bulan stafsus milenial presiden bertugas, beberapa di antara mereka menjadi sorotan.

Berawal dari surat yang ditujukan kepada para camat se-Indonesia, dikirimkan oleh stafsus milenial Andi Taufan Garuda Putra.

Dalam surat berkop Sekretariat Kabinet itu, Andi Taufan meminta bantuan para camat untuk mendukung kerja relawan yang berada di bawah PT Amartha, perusahaan yang dipimpinnya.

Baca juga: 4 dari 7 Staf Khusus Milenial Jokowi Miliki Perusahaan Sendiri, Siapa Saja Mereka?

Hal ini dianggap menyalahi secara administrasi kenegaraan, dan dinilai berpotensi konflik kepentingan.

Selain Andi Taufan, Adamas Belva Devara juga disoroti karena start up yang dipimpinnya, Ruangguru, menjadi salah satu mitra digital dalam program pemerintah, Kartu Prakerja.

Seperti apa perjalanan para stafsus milenial ini, dari sejak dilantik hingga kini tengah menjadi sorotan?

Awal diperkenalkan

Presiden secara resmi memperkenalkan7 stafsus milenialnya kepada publik pada 21 November 2019.

Ketujuh orang itu adalah:

  • Indah Putri Tanjung
  • Adamas Belva Syah Devara
  • Ayu Kartika Dewi
  • Angkie Yudistia
  • Gracia Billy Yosaphat Membrasar
  • Aminuddin Ma'ruf
  • ndri Taufan Garuda Putra.

Kompak mengenakan setelan hitam-putih, mereka diperkenalkan oleh Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, dalam suasana yang santai.

Stafsus milenial ini terdiri dari para pemuda yang terbilang sukses di bidangnya masing-masing. Mereka juga dianggap sebagai paket komplit, karena mewakili kelompok disabilitas dan warga Indonesia Timur.

Baca juga: Ketika Stafsus Milenial Presiden Jadi Sorotan...

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+