Jangan Lewatkan Purnama Perige Dini Hari Nanti, Supermoon Terbesar Tahun Ini

Kompas.com - 07/04/2020, 14:32 WIB
Sebuah pesawat Embraer 190-100IGW dari Aerolineas Argentinas, dalam penerbangan reguler dari Buenos Aires ke kota Argentina Bahia Blanca, melintas di depan Supermoon, Selasa (19/2/2019). Fenomena Supermoon kali ini yang disebut juga dengan Super Snow Moon terjadi saat bulan berada pada titik perige terdekat yakni 363.300 km dari bumi sehingga bulan terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama biasanya. AFP/ALEJANDRO PAGNISebuah pesawat Embraer 190-100IGW dari Aerolineas Argentinas, dalam penerbangan reguler dari Buenos Aires ke kota Argentina Bahia Blanca, melintas di depan Supermoon, Selasa (19/2/2019). Fenomena Supermoon kali ini yang disebut juga dengan Super Snow Moon terjadi saat bulan berada pada titik perige terdekat yakni 363.300 km dari bumi sehingga bulan terlihat 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari bulan purnama biasanya.

KOMPAS.com - Pada Rabu (8/4/2020) dini hari nanti, akan terjadi sebuah fenomena langit berupa Purnama Perige atau biasa disebut sebagai Supermoon.

Bulan yang akan terlihat dini hari nanti memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan bulan purmana yang biasanya terjadi.

Kepala Bidang Geopotensial Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hendra Suarta menyebutkan, peristiwa ini dilatari posisi Bulan yang melintasi titik Perige, titik terdekat dengan Bumi.

"Kalau nanti malam itu Bulan berada dekat dengan Bumi, itu Supermoon. Kan (Bulan) ada jarak dekat, jarak jauh, karena Bumi itu kan bentuknya elips. Nah kalau elips kan seperti telur. Kalau telur itu, dari tengah ada yang jauh ada yang dekat," jelas Hendra saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/4/2020).

Jadi, saat Purnama Perige nanti, Bulan akan melintasi titik terdekatnya dengan Bumi.

Baca juga: Fenomena Langit Bulan Ini: Mulai Supermoon hingga Hujan Meteor Lyrids

Tiga kali dalam setahun

Hendra menjelaskan, Supermoon terjadi 3 kali dalam satu tahun. Pada 2020, terjadi pada Maret, April, dan Mei.

"Di tahun 2020 ini ada 3 kali terjadi, yaitu tanggal 7 Maret, kemudian malam nanti tanggal 8  April, dan nanti 7 Mei. Dan dari 3 kejadian Supermoon ini, yang terbesar nanti malam," ujar dia.

Masyarakat Indonesia bisa menyaksikannya di langit di sisi agak ke barat. Puncaknya diperkirakan akan terjadi pukul 01.08 WIB.

"Ya sebenarnya malam itu sudah mulai kelihatan besar, karena dia sedang mendekati ke arah Perige. Dan puncaknya di jam 01.08 WIB tengah malam," jelas Hendra.

Namun,  masa puncak Purnama Perige atau Supermoon tidak berlangsung lama.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X