Kematian di Rumah, Korban Tak Terduga dari Krisis Virus Corona di Italia

Kompas.com - 06/04/2020, 13:02 WIB
Sebuah robot membantu tim medis merawat pasien virus corona di Rumah Sakit Circolo, Varese, Italia. Foto diambil pada 1 April 2020. FLAVIO LO SCALZO/REUTERSSebuah robot membantu tim medis merawat pasien virus corona di Rumah Sakit Circolo, Varese, Italia. Foto diambil pada 1 April 2020.

KOMPAS.com - Silvia Bertuletti (48) memerlukan waktu 11 hari untuk membujuk seorang dokter melalui telepon agar mengunjungi ayahnya yang mengalami demam dan kesulitan bernapas.

Ketika seorang dokter panggilan pergi ke rumahnya di dekat Bergamo, pusat penyebaran virus corona di bagian utara Italia pada Rabu (18/3/2020) malam, keadaaan sudah terlambat.

Ayahnya yang berusia 78 tahun dinyatakan meninggal pada pukul 1.10 pagi, Kamis (19/3/2020) dini hari atau sepuluh menit sebelum ambulans tiba.

Satu-satunya obat yang ia resepkan, melalui telepon, adalah obat penghilang rasa sakit ringan dan antibiotik spektrum luas.

"Ayah saya dibiarkan mati sendirian di rumah tanpa bantuan. Kami ditinggalkan begitu saja. Tidak ada yang layak mendapatkan perlakuan seperti itu," kata Bertuletti, warga Italia seperti dilansir dari Reuters.

Wawancara dengan keluarga, dokter, dan perawat di wilayah Lombardy menunjukkan bahwa banyak orang mengalami nasib sama seperti Bertuletti.

Bahwa skornya sekarat di rumah karena gejalanya tidak terkendali dan konsultasi telepon tidak selalu cukup.

Baca juga: Hari-hari Terburuk Italia dan Spanyol akibat Virus Corona Belum Berakhir

Warga memakai masker mengantre di supermarket pada hari kedua lockdown Italia. Gambar diambil di Pioltello, dekat Milan, Rabu (11/3/2020).FLAVIO LO SCALZO/REUTERS Warga memakai masker mengantre di supermarket pada hari kedua lockdown Italia. Gambar diambil di Pioltello, dekat Milan, Rabu (11/3/2020).

Pengobatan jarak jauh

Menurut sebuah studi baru-baru ini tentang catatan kematian, jumlah kematian di Provinsi Bergamo sebenarnya bisa lebih dari dua kali lipat jumlah resmi yang didapatkan dari kematian di rumah sakit.

Ketika perjuangan global untuk menyelamatkan jiwa berpusat pada peningkatan pasokan ventilator rumah sakit, beberapa dokter mengatakan kurangnya perawatan kesehatan primer terbukti sama mahalnya.

Sebab, petugas medis tak dapat atau tidak akan melakukan kunjungan rumah, sesuai dengan saran medis untuk beralih ke pengobatan jarak jauh.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akankah Jumlah Kasus Covid-19 Bertambah bila New Normal Diterapkan?

Akankah Jumlah Kasus Covid-19 Bertambah bila New Normal Diterapkan?

Tren
Ini Cara Lapor Meter Air Mandiri PDAM Tirta Banteng Tangerang

Ini Cara Lapor Meter Air Mandiri PDAM Tirta Banteng Tangerang

Tren
Bagaimana Cara Mendapatkan Surat Keterangan Bebas Covid-19? Berikut Penjelasannya...

Bagaimana Cara Mendapatkan Surat Keterangan Bebas Covid-19? Berikut Penjelasannya...

Tren
Sukses Kendalikan Virus Corona, Thailand Mulai Kembali Buka Pariwisata

Sukses Kendalikan Virus Corona, Thailand Mulai Kembali Buka Pariwisata

Tren
Diminta Contoh Australia, seperti Apa Penerapan New Normal Pendidikan di Sana?

Diminta Contoh Australia, seperti Apa Penerapan New Normal Pendidikan di Sana?

Tren
Hari Ini Terakhir, Berikut Cara Klaim Token Subsidi Listrik PLN Pelanggan 900 VA dan 1.300 VA

Hari Ini Terakhir, Berikut Cara Klaim Token Subsidi Listrik PLN Pelanggan 900 VA dan 1.300 VA

Tren
Melihat Kasus Virus Corona di Indonesia dan Pentingnya Data Pasien Covid-19...

Melihat Kasus Virus Corona di Indonesia dan Pentingnya Data Pasien Covid-19...

Tren
Panduan New Normal Naik Kereta Api dari KAI, Wajib Pakai Masker dan Face Shield

Panduan New Normal Naik Kereta Api dari KAI, Wajib Pakai Masker dan Face Shield

Tren
Sempat Dibuka, Ratusan Sekolah di Korea Selatan Kembali Ditutup, Ini Penyebabnya...

Sempat Dibuka, Ratusan Sekolah di Korea Selatan Kembali Ditutup, Ini Penyebabnya...

Tren
3 Upaya Pengembangan Vaksin Virus Corona di Indonesia

3 Upaya Pengembangan Vaksin Virus Corona di Indonesia

Tren
Viral #Boikot TVRI, Twit Iman Brotoseno, dan Rekam Jejak Digital...

Viral #Boikot TVRI, Twit Iman Brotoseno, dan Rekam Jejak Digital...

Tren
Viral, Video Sapi Masuk ke Toko Handphone di Kudus, Pemiliknya Masih Tanda Tanya

Viral, Video Sapi Masuk ke Toko Handphone di Kudus, Pemiliknya Masih Tanda Tanya

Tren
Menilik Kecintaan Warga Indonesia terhadap Drama Korea...

Menilik Kecintaan Warga Indonesia terhadap Drama Korea...

Tren
[KLARIFIKASI] Penjelasan soal Penanganan Covid-19 di Indonesia, Bukan Herd Immunity

[KLARIFIKASI] Penjelasan soal Penanganan Covid-19 di Indonesia, Bukan Herd Immunity

Tren
Viral, Foto Dokter Kenakan APD Superhero, Ini Ceritanya...

Viral, Foto Dokter Kenakan APD Superhero, Ini Ceritanya...

Tren
komentar
Close Ads X