Hari Ini dalam Sejarah: 4 April 1968, Pembunuhan Martin Luther King Jr

Kompas.com - 04/04/2020, 09:43 WIB
Martin Luther King Jr dikenal sebagai tokoh pergerakan melawan diskriminasi ras dan memperjuangkan undang-undang hak sipil di AS. BIOGRAPHY.comMartin Luther King Jr dikenal sebagai tokoh pergerakan melawan diskriminasi ras dan memperjuangkan undang-undang hak sipil di AS.

KOMPAS.com - Hari ini 52 tahun lalu, tepatnta 4 April 1968, menjelang petang, Martin Luther King, Jr tengah berdiri di balkon kamarnya di Motel Lorraine, Memphis, Tennessee.

Sebuah peluru menembus tubuhnya. Peluru itu menembus rahang dan melukai tulang belakangnya.

King segera dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong  ketika tiba di Rumah Sakit Memphis. Dia meninggal dunia pada usia 39 tahun.

Martin Luther King, Jr dimakamkan di kampung halamannya di Atlanta, Georgia pada 9 April 1968.

Puluhan ribu pelayat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir saat peti jenazah King melintas diangkut sebuah kereta yang ditarik oleh dua ekor keledai.

Beberapa bulan sebelum peristiwa pembunuhannya, Martin Luther King menaruh perhatian dan rasa prihatin terhadap ketimpangan ekonomi di Amerika Serikat.

Dia kemudian menggalang kampanye warga miskin untuk memperjuangkan kesetaraan ekonomi, termasuk unjuk rasa warga miskin antar-ras di Washington DC.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Jesse James Dibunuh Rekannya demi Imbalan 10.000 Dollar AS

Berkunjung ke Memphis, Maret 1968

Pada Maret 1968, ia berkunjung ke Kota Memphis. Kunjungannya untuk memberi dukungan terhadap aksi mogok kerja yang dilakukan oleh pekerja sanitasi Afro-Amerika yang mendapat perlakuan sangat buruk.

Pada 28 Maret 1968, sebuah aksi unjuk rasa buruh yang dipimpin oleh King berakhir rusuh dan menewaskan seorang remaja kulit hitam.

Kerusuhan itu memaksa King untuk meninggalkan Memphis walaupun dia berjanji akan kembali lagi di bulan April untuk memimpin aksi unjuk rasa lainnya.

Melansir History, King kembali ke Memphis pada 3 April 1968 dan memberikan pidato terakhirnya yang sangat dikenang.

"Kita akan menghadapi hari-hari yang sulit ke depan. Namun, itu tidak menjadi masalah lagi bagi saya, karena saya sudah sampai di puncak gunung...dan Dia (Tuhan) mengizinkan saya untuk naik ke gunung itu," kata King.

"Saya sudah melihat ke sekeliling dan saya melihat Tanah yang Dijanjikan. Saya mungkin tidak akan ada bersama kalian di sana. Namun, saya ingin kalian memahami, sebagai sebuah bangsa, kita akan mencapai Tanah yang Dijanjikan itu," ujar dia.

Baca juga: Orasi Cucu Martin Luther King Jr dalam Aksi Pengetatan Aturan Senjata

Selanjutnya, pembunuhan Martin Luther King Jr...

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X