Kompas.com - 21/03/2020, 12:27 WIB
Tes Covid-19 - Seorang pria berbicara kepada seorang perawat selama tes COVID-19 di sebuah bilik pengujian di luar rumah sakit Yangji di Seoul pada 17 Maret 2020. Sebuah rumah sakit Korea Selatan telah memperkenalkan bilik telepon. Hal tersebut dilakukan guna menghindari staf medis yang harus menyentuh pasien secara langsung dan mengurangi waktu disinfeksi. Ed Jones/AFPTes Covid-19 - Seorang pria berbicara kepada seorang perawat selama tes COVID-19 di sebuah bilik pengujian di luar rumah sakit Yangji di Seoul pada 17 Maret 2020. Sebuah rumah sakit Korea Selatan telah memperkenalkan bilik telepon. Hal tersebut dilakukan guna menghindari staf medis yang harus menyentuh pasien secara langsung dan mengurangi waktu disinfeksi.

 

KOMPAS.com - Korea Selatan menjadi salah satu sorotan dunia karena berhasil mencegah meluasnya virus corona atau Covid-191 tanpa melakukan lockdown.

Transparansi dan tes yang massif menjadi kuncinya.

DI awal merebaknya wabah corona, Korea Selaran membuat drive thru untuk tes corona, sebuah metode tes corona yang cepat dan masyarakat tidak perlu keluar dari mobil untuk melakukan tes.

Praktik tersebut telah diadopsi secara internasional.

Baca juga: Berikut Protokol Layanan Nikah Kemenag untuk Cegah Penyebaran Virus Corona

Sebuah rumah sakit di Korea Selatan, RS H Yangji di Seoul, ternyata juga mempunyai metode unik untuk mengetes corona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dilansir dari Korea Herald (18/3/2020), untuk melacak virus corona para staf medis menggunakan sebuah tempat bergaya bilik telepon.

Rumah sakit tersebut dijuluki "Safe Assessment and Fast Evaluation Technical booths of Yangji hospital" atau disingkat SAFETY .

Cara kerja

Seorang wanita lanjut usia memasuki stan pengujian coronavirus baru di luar rumah sakit Yangji di Seoul pada 17 Maret 2020.Ed Jones/AFP Seorang wanita lanjut usia memasuki stan pengujian coronavirus baru di luar rumah sakit Yangji di Seoul pada 17 Maret 2020.

Bilik telepon itu terdiri atas 4 booth atau stand. Masing-masing hanya bisa diisi oleh satu pasien.

Setiap pasien masuk ke dalam bilik untuk konsultasi cepat dengan tenaga medis menggunakan interkom.

Jika perlu tenaga medis akan mengambil sampel para pasien dengan menyeka hidung dan tenggorokan.

Baca juga: Berikut Cara Membuat Hand Sanitizer Sendiri dengan Lima Bahan Sederhana

Untuk melakukannya, tenaga medis dilindungi sarung tangan karet panjang yang terpasang di panel.

Seluruh proses memakan waktu sekitar 7 menit saja. Saat proses selesai, stand itu kemudian didesinfeksi.

Bilik telepon SAFETY itu ukurannya lebih kecil daripada ruang tekanan negatif yang biasa digunakan untuk tes.

Presiden rumah sakit, Kim Sang-il mengatakan bilik tersebut juga merupakan ruang yang jauh lebih aman untuk melakukan pengujian virus corona.

Dia membandingkan bilik telepon SAFETY dengan ruang tekanan negatif.

Bilik ini hanya boleh diisi satu orang, sedangkan di ruang tekanan negatif bisa diisi beberapa orang.

Baca juga: Jadi Pandemi Global, Kenali 3 Gejala Awal Covid-19

Menjadi alternatif

Antrean para pengendara mobil yang melakukan tes virus corona drive-thru di Seoul, Korea Selatan, Senin (16/3/2020).YONHAP/EPA-EFE Antrean para pengendara mobil yang melakukan tes virus corona drive-thru di Seoul, Korea Selatan, Senin (16/3/2020).

Bilik telepon SAFETY merupakan alternatif tes virus corona bagi orang-orang yang tidak mengemudi mobil.

Jadi ketika mereka tidak melakukan tes lewat metode drive thru, mereka bisa memilih SAFETY.

Selain itu juga alternatif bagi anak-anak.

Fasilitas ini terinspirasi dari lemari biosafety yang juga dikenal sebagai kotak sarung tangan isolasi.

Pada lemari biosafety para pekerja laboratorium melakukan operasi melalui lengan karet sepanjang lengan.

Baca juga: Virus Corona Dapat Bertahan di Plastik dan Stainless Steel hingga 3 Hari

Baca juga: Mengapa Pasien Suspect Corona yang Meninggal di RSUP Kariadi Harus Dibungkus Plastik?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.