Mengapa Pasien Suspect Corona yang Meninggal di RSUP Kariadi Harus Dibungkus Plastik?

Kompas.com - 27/02/2020, 20:29 WIB
Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr Kariadi, dr Agoes Oerip Poerwoko SpOG (K) MARS (tengah) bersama Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging RSUP Kariadi Dokter Muchlis Achsan Udji. KOMPAS.com/RISKA FARASONALIADirektur Medik dan Keperawatan RSUP Dr Kariadi, dr Agoes Oerip Poerwoko SpOG (K) MARS (tengah) bersama Ketua Tim Penyakit Infeksi Emerging RSUP Kariadi Dokter Muchlis Achsan Udji.

KOMPAS.com - Kabar meninggalnya pasien suspect virus corona jenis baru atau Covid-19 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi, Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (23/2/2020) kemarin menjadi perbincangan di media sosial.

Diketahui, pasien "suspect corona" merupakan pasien yang dianggap memiliki gejala menyerupai virus corona.

Pasien suspect corona yang meninggal tersebut juga disebutkan dimasukkan dalam plastik dan peti kemudian dikremasi.

Baca juga: Saat Infeksi Virus Corona di Korea Selatan Terus Melonjak Tajam...

Lalu, mengapa pasien suspect corona yang meninggal harus dibungkus plastik?

Agar tidak menular

Ketua Tim Penanggulangan Bencana RSUP Dr. Kariadi, dr. RP Uva Utomo menyebutkan, prosesi kremasi jenazah "suspect corona" menggunakan plastik dinilai agar virus pada mayat tidak menular ke petugas medis.

"Jadi, mayat itu dibungkusnya dengan plastik, kalau dengan kain masih ada pori-pori kecil, karena ukuran virus itu sangat kecil kan, kalau dengan plastik jadi tidak menyebar di udara," ujar Uva kepada Kompas.com, Rabu (26/2/2020).

Menurutnya, proses kremasi jenazah yang dibungkus plastik dilakukan kepada semua jenazah pasien yang terinfeksi virus kategori airbone dan virus yang dapat menular melalui cairan.

Virus kategori airbone merupakan jenis virus yang media penularannya melalui udara.

Dengan kremasi menggunakan bungkus plastik (yang kedap udara dan kedap air) diharapkan virus tidak akan menyebar luas.

Baca juga: Vaksin Virus Corona Siap Diujicobakan ke Manusia pada April 2020

Pemulasaran jenazah

Berdasarkan Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Coronavirus Disease (Covid-19) dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit kementerian Kesehatan (Kemenkes) ada sejumlah langkah pemulasaran jenazah pasien terinfeksi Covid-19.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X